TribunJateng/
Home »

Solo

Pemkot Solo Revisi Anggaran Proyek Pasar Klewer Sisi Timur, Begini Tujuannya

Konsultan perencana masih harus membutuhkan waktu dalam mengkaji ulang Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah disusun.

Pemkot Solo Revisi Anggaran Proyek Pasar Klewer Sisi Timur, Begini Tujuannya
TRIBUN JATENG/SUHARNO
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo meninjau Pasar Klewer, Kamis (9/2/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot Solo bakal merevisi kebutuhan anggaran proyek Pasar Klewer sisi timur.

Revisi ini bertujuan mengantisipasi perubahan harga bahan material bangunan.

Pasalnya, anggaran yang diajukan sebelumnya mengacu pada harga tahun 2017.

Tidak menutup kemungkinan ada perubahan harga pada tahun depan.

"Proses revisi anggaran masih dilakukan oleh Pemkot Solo. Revisi tersebut menyesuaikan kebutuhan anggaran pada 2018,” papar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagiyo, Kamis (7/12/2017).

Mantan Kepala Satpol PP Kota Solo itu memaparkan, revisi anggaran akan mempercepat proses pembangunan Pasar Klewer.

Jadi saat anggaran turun, tak akan lagi ada perubahan kebutuhan anggaran.

Namun, dia mengakui saat ini belum ada kepastian waktu proyek.

Dia belum mengetahui prediksi kenaikan kebutuhan anggaran revitalisasi itu.

Subagiyo menyebutkan, konsultan perencana masih harus membutuhkan waktu dalam mengkaji ulang Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah disusun sebelumnya.

Mengenai bestek atau detail engineering design (DED), Subagiyo menjelaskan tak ada perubahan.

Konsep pembangunan fisik pasar itu akan tetap sama seperti yang sudah dibuat kali pertama.

"Kami masih menunggu jawaban dari Menteri Perdagangan. Revisi anggaran ini dilakukan agar nanti tidak ada revisi lagi. Kalau soal DED sama saja, berarti tidak ada perubahan," urai dia.

Menurunya, Pemkot Solo akan meminta pemerintah pusat agar tetap mengalokasikan anggaran Rp 48 miliar.

Alokasi itu untuk mempercepat proses pengerjaan proyek.

Kalau revisi anggaran disetujui, Pemkot Solo bisa mempercepat proses lelang.

Paling tidak, awal tahun depan proses lelang bisa dilakukan.

"Target lama pengerjaannya tetap sama, selama tujuh bulan. Salah satunya untuk mengantisipasi penyewaan lahan alun-alun utara (Alut)," tuturnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help