TribunJateng/

Praperadilan Setya Novanto

Pengacara Setya Novanto Yakin Menang di Praperadilan Jilid 2 Kliennya

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang praperadilan jilid II, Setya Novanto melawan KPK, Kamis (7/12/2017) hari ini.

Pengacara Setya Novanto Yakin Menang di Praperadilan Jilid 2 Kliennya
Tribunnews.com / Gita Irawan
Pengacara Novanto, Fredrich Yunadi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang praperadilan jilid II, Setya Novanto melawan KPK, Kamis (7/12/2017) hari ini.

KPK sudah menyelesaikan berkas tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP dan kini sudah dinyatakan lengkap atau P21 serta dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Pihak Biro Hukum KPK akan tetap hadir ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai bentuk menghormati panggilan dari pengadilan.

Menanggapi praperadilan, Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi meyakini KPK akan kalah sama seperti praperadilan pertama.

"Insyaallah. Doakan bisa menang," ujar Fredrich.

Fredrich juga mempertanyakan pandangan soal praperadilan kliennya dipastikan gugur karena berkas sudah lengkap dan dikirim ke Pengadilan Tipikor.

"Yang ngomong gugur siapa? Belajar hukum yang benar. Oke ya," ucap Fredrich.

Soal ‎nasib praperadilan Fredrich meyakini praperadilan akan tetap berjalan‎, tidak akan gugur.

"Siapa yang bilang gugur? Yang bilang siapa? Gak ada hubungannya praperadilan dengan berkas P21," terang Fredrich.

‎Fredrich menjelaskan praperadilan tidak akan gugur karena sesuai dengan aturan baik pada KUHAP maupun MK, praperadilan baru akan gugur bila sudah dibacakan dakwaan.

Sementara dalam kasus Setya Novanto, ‎yang terjadi baru berkas dinyatakan lengkap (P21) belum ada penunjukkan hakim apalagi pembacaan dakwaan.

"Praperadilan itu akan gugur bila sudah dibacakan dakwaan. Ini kan dakwaan belum, penyerahan berkas ke pengadilan pun belum, penunjukan hakim juga belum. Jadi masih panjang," tegas Fredrich.

‎Terakhir, Fredrich juga menyerahkan jalannya sidang praperadilan ke hakim karena itu adalah kewenangan hakim.

"Jadi kita lihat aja perkembangannya, dan itu kewenangan hakim. Kalau hakimnya gak peduli dan tetap ‎dilanjutkan ya itu, wewenang hakim," tambah Fredrich. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help