TribunJateng/

Santri di Demak Diajak Tolak Politik Uang dalam Pilgub 2018

Para santri merupakan pemilih garda depan untuk menolak segala bentuk politik uang atau sedekah politik.

Santri di Demak Diajak Tolak Politik Uang dalam Pilgub 2018
TRIBUNNEWS

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Demak mengajak kalangan pondok pesantren dan santri menolak praktik politik uang dalam pemilihan umum, baik Pilgub Jateng 2018 maupun Pileg 2019.

Ketua Panwas Demak, Khoirul Saleh, menyatakan para santri merupakan pemilih garda depan untuk menolak segala bentuk politik uang atau sedekah politik.

"Pesantren dan santri memiliki andil dan pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia, terutama dalam hal pendidikan, sosial budaya, ekonomi, dan politik. Oleh karena itu, mereka kami gandeng untuk bersama-sama memberikan pemahaman nilai demokrasi," kata Khoirul seusai berbicara di hadapan 70 santri dari sejumlah pondok pesantren di Hotel Amantis, Demak, Kamis (7/12/2017).

Para santri dan kyai ini akan dilibatkan untuk mengampanyekan bahaya politik identitas yang bisa saja terjadi di Kabupaten Demak.

"Politik identitas yang mengusung isu SARA ini mengotori nilai demokrasi. Kemudian memecah-belah persatuan dan kesatuan. Kami berharap peran santri dan kyai ini dapat menangkal politik uang dan politik identitas," jelasnya.

Menurutnya, kaum santri di Kabupen Demak jumlahnya cukup banyak.

Mereka bisa memberi informasi kepada masyarakat dan komunitasnya untuk memilih wakil atau pemimpin tanpa embel-embel uang.

Seorang santri, Muhammad Nawawi, mengungkapkan kegembiraannya bahwa santri turut serta diajak dalam menyukseskan Pilgub dan Pileg 2019.

"Dengan begitu kami juga turut diikutsertakan dalam pengawasan adanya politik uang di Demak ini," katanya. (hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help