TribunJateng/

Semarakan HUT Korpri ke 46, Ibu-Ibu Ini Berseragam Unik dan Berlenggak-Lenggok

Sorak sorai penonton kian meramaikan acara yang diikuti puluhan peserta yang mengenakan seragam unik.

Semarakan HUT Korpri ke 46, Ibu-Ibu Ini Berseragam Unik dan Berlenggak-Lenggok
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Penampilan peserta senam gemu famire mengenakan kostum unik dan berbeda-beda, Kamis (7/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Lenggak-lenggok ibu-ibu yang tergabung dalam Korp Pegawai Republik Indonesi (KORPRI) menjadi sorotan penonton.

Pasalnya mereka mengikuti lomba senam Gemu Famrie guna memperingati HUT KORPRI ke-46 yang diadakan oleh Pemkot Pekalongan di halaman Setda Kota Pekalongan, Kamis (7/12/2017).

Sorak sorai penonton kian meramaikan acara yang diikuti puluhan peserta yang mengenakan seragam unik.

Baca: Anggota DPR RI Ini Berjanji Upayakan Bangun Tanggul Laut untuk Mengatasi Banjir Rob di Demak

Lelita Damayanti Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Pekalongan yang hadir dalam acara tersebut menuturkan, dengan digelarnya lomba senam gemu famire mampu meningkatkan kekompakan para pegawai di lingkungan pemerintahan kota pekalongan, baik Aparatur Sipil Negara (ASN), dharma wanita maupun tenaga kegiatan.

"Dipilihnya senam gemu famire menjadi perlombaan karena senam gemu famire ini menggambarkan kebersamaan, kekompakan serta keceriaan. Sehingga dalam melayani masyarakat nantinya juga harus begitu, harus kompak dan ceria. Karena dalam senam ini terdapat filosofi silaturhmi,” tutur Lelita.

Baca: Menang Telak, Persik Kendal Pastikan Tiket ke Babak 16 Besar Liga 3 Putaran Nasional

Sementara itu Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz, menuturkan perlombaan yang digelar merupakan satu diantara upaya meningkatkan kesehatan serta kreatifitas dalam bentuk koreografi-koreografi gerakan.

“Kreatifitas peserta juga diuji. Sebab dari 23 kelompok, gerakannya pun bermacam-macam,” ujar Walikota Pekalongan disela-sela acara.

Saelany menambahkan, acara tersebut juga untuk mengangkat nilai-nilai kearifan lokal kota pekalongan yang disajikan dalam bentuk kostum-kostum yang digunakan.

“Saya lihat kostumnya pun unik-unik, ini sebagai bentuk aktualisasi nilai kearifan lokal yang disajikan dalam bentuk kostum,” pungkasnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help