TribunJateng/

Ngopi Pagi

Chemistry dan Janji Marsekal Hadi

TOK! Kamis (7/12), rapat paripurna DPR RI mengesahkan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo

Chemistry dan Janji Marsekal Hadi
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Calon Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I, gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/12/2017). Marsekal Hadi Tjahjanto diajukan Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun. 

TRIBUNJATENG.COM - TOK! Kamis (7/12), rapat paripurna DPR RI mengesahkan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun Maret mendatang.

Marsekal Hadi yang hadir dalam sidang pun maju ke depan dan bersalaman dengan para pimpinan wakil rakyat. Ia tinggal menghitung waktu menjelang detik-detik pelantikan yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Senyum cerah tergambar di wajahnya dan kepada media ia mengaku plong. Sebelumnya Marsekal Hadi telah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan Komisi 1 DPR RI setelah namanya muncul sebagai satu-satunya calon Panglima TNI yang diajukan Presiden Jokowi.

Sempat muncul pertanyaan kenapa Marsekal Hadi yang dipilih dan menjadi satu-satunya nama. Beredar pula cerita kedekatan antara presiden dan sang Marsekal.

Konon Pak Hadi sudah sangat paham dengan body language Presiden dan chemistry keduanya sangat kuat.

Seperti terlihat saat Presiden meresmikan pesawat N219 sebagai pesawat Nurtanio di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, 10 November lalu.

Di acara itu, Jokowi ditemani puluhan anak SD berseragam sekolah dan mengenakan topi biru bertuliskan N219. Terjadi peristiwa menarik di mana seorang siswi pada barisan belakang muntah, dan terlihat oleh Jokowi. ia pun menggerakkan tangannya menunjuk anak tersebut, meminta pada ajudan untuk membawanya beristirahat.

Namun sebelum ajudan menangkap kode Jokowi, justru Hadi Tjahyanto sudah bergerak. Sigap, ia menggendong si anak dan membawanya ke bagian belakang pesawat.

Tak heran jika chemistry keduanya bisa terjalin karena Hadi Tjahyanto pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer di awal masa pemerintahan Jokowi yang bertugas mengkoordinasi langsung pengamanan Presiden dan Wakil Presiden.

Hadi juga pernah menjadi Danlanud Adi Sumarmo, Solo pada tahun 2010-2011, saat Jokowi masih menjadi Wali Kota di kota itu.

Kedekatan dalam arti yang profesional antara Presiden dengan Panglima TNI tentu menjadi hal positif bagi bangsa dan negara Indonesia.

Sementara Jenderal gatot Nurmantyo justru punya pendapat sendiri. Kenapa Pak Hadi (yang dipilih) padahal KSAL dan KSAD juga memiliki potensi yang sama? Tak lain menurutnya untuk mengawal pesta demokrasi karena tahun politik bukan hanya 2018 melainkan sampai 2019.

Apa yang dikatakan Jenderal Gatot sejalan dengan Jawaban dan janji-janji yang diberikan Marsekal Hadi di depan Komisi 1 DPR RI saat fit and proper test. Diantaranya untuk selalu menjaga netralitas TNI pada Pilkada serentak 2018 serta Pileg, lalu berlanjut ke Pilpres 2019.

Profesionalitas TNI di tahun politik sangat diharapkan masyarakat. Politik TNI adalah politik negara, yakni menjaga harkat dan martabat bangsa Indonesia. (*)

Penulis: muslimah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help