Liga 1

PSIS Semarang Bersiap Menuju Kompetsi Liga 1

Proses renovasi Stadion Jatidiri Semarang membuat Mahesa Jenar harus jadi tim musafir.

PSIS Semarang Bersiap Menuju Kompetsi Liga 1
Tribun Jateng/Akhtur Gumilang
Subangkit dengan singkat memberikan sambutan kepada para suporter PSIS, Kamis (30/11/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mengenakan jersey PSIS Semarang, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya alias Yoyok Sukawi bercerita persiapan timnya mengarungi Liga 1 tahun depan. CEO PSIS Semarang itu blak-blakan tentang persiapan tim Mahesa Jenar musim depan.

Ia menyebut, kebutuhan dana selama satu musim minimal Rp 14 miliar. Baginya, hal itu tidak masalah karena para pemilik saham dan pemilik PT Mahesa Jenar siap habis-habisan untuk PSIS.

"Walaupun misalnya kompetisi habis Rp 50 miliar tidak masalah bagi PT Mahesa Jenar, karena bentuknya perusahaan. Kan ada uang masuk dan keluar. Sambil jalan nanti sponsor masuk dan sebagainya," ucapnya, kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.

Sebagai perusahaan, Yoyok menjamin selalu ada dana untuk PSIS Semarang. Sebagai modal awal saat ini sudah ada sekitar Rp 5 miliar untuk perputaran uang.

"Kalau Liga 2 kemarin kami habis hampir Rp 7 miliar. Kalau Liga 1 itu mahal karena satu kompetisi penuh, laga tandangnya saja ke Papua, Sumatera, dan daerah-daerah lain," katanya.

Ia memberi gambaran, kebutuhan melakoni sekali laga tandang ke Papua butuh minimal Rp 250 juta untuk tiket pesawat. Rinciannya tiket pesawat untuk satu orang minimal Rp 8 juta, padahal satu tim paling tidak 30 orang. Perhitungan itu belum termasuk makanan dan penginapan.

Padahal, ada dua tim Liga 1 di tanah Papua, yaitu Persipura dan Perserui. Untuk laga tandang ke Papua, pihaknya membutuhkan minimal Rp 500 juta. Jauh berbeda dengan liga 2 yang laga tandangnya tak sejauh Liga 1.

Terkait dengan kesiapan dana, Yoyok menjamin pemilik saham dan pengurus PT Mahesa Jenar siap mendukung penuh perjuangan PSIS Semarang di Liga 1. Ia yakin banyak sponsor yang akan mendukung PSIS Semarang.

"Di Liga 2 sponsor masuk saja sebesar Rp 2,5 miliar, itu luar biasa lho. Saya yakin di Liga 1 paling tidak Rp 4 miliar-Rp 5 miliar dapatlah," paparnya.

Yoyok menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir tentang kondisi keuangan PSIS Semarang karena pengelolaannya sudah profesional. Konsep pendanaan PSIS Semarang saat ini berbeda dengan tim amatir. Tim amatir memang harus mengumpulkan uang dulu agar bisa 'jalan'.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help