Yosep Parera Menilai Polisi Keliru Terapkan Pasal lalu Menilang Pengendara Telat Bayar Pajak

Yosep Parera Menilai Polisi Keliru Terapkan Pasal lalu Menilang Pengendara Telat Bayar Pajak

Yosep Parera Menilai Polisi Keliru Terapkan Pasal lalu Menilang Pengendara Telat Bayar Pajak
tribunjateng/Akhtur Gumilang/DOK
Satlantas Polrestabes Semarang sedang melakukan razia kendaraan bermotor 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Kota Semarang mengirimkan surat audiensi kepada Polrestabes Semarang.

Surat audiensi ini berkaitan dengan persoalan penindakan tilang terhadap pengendara yang terlambat membayar pajak kendaraan.

Ketua Peradi Kota Semarang, Theodorus Yosep Parera, mengatakan, diskusi terkait permasalahan ini dipandang perlu lantaran penerapan tilang terhadap pengendara yang terlambat membayar pajak kendaraan tidak sesuai dengan Undang Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Yosep menilai, penerapan pasal 70 dalam Undang undang tersebut tidak tepat.

Menurutnya, anggota kepolisian yang menilang pengendara terlambat membayar pajak kendaraan keliru apabila mengartikan pengendara tersebut tidak membawa STNK.

"Kami ingin ajak kepolisian diskusi terkait hal ini agar tidak ada kekeliruan," kata Yosep, Senin (11/12/2017).

Yosep mengaku membuka lebar pintu aduan dari masyarakat apabila ada yang ditilang lantaran tidak membayar pajak kendaraan.

Bahkan Yosep menyiapkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang apabila surat audiensi yang telah dikirim tidak ditanggapi oleh kepolisian dalam tempo dua minggu.

"Gugatan ini akumulasi dari keluhan masyarakat yang ditilang karena tidak bayar pajak kendaraan. Peradi hadir agar kedudukan masyarakat setara dengan negara," katanya.

Halaman
12
Penulis: muh radlis
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved