Jelang Natal dan Tahun Baru, Kementan Jamin Stok Pangan Aman

Pada acara itu, Agung Hendriadi memaparkan data-data dalam bentuk neraca perkiraan ketersediaan dan kebutuhan pangan nasional.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kementan Jamin Stok Pangan Aman
Tribunjogja
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA  - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) menjamin bahwa stok pangan menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 secara umum aman. "Bahkan, terhitung surplus," kata Kepala BKP Agung Hendriadi, pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Agung membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Sebagaimana diketahui, rakor ini merupakan salah satu langkah strategis untuk bersinergi bersama lintas kementerian dan lembaga terkait baik pusat dan perangkat daerah dalam upaya mengendalikan stabilitas pasokan dan harga pangan khususnya untuk delapan provinsi yang mayoritas melaksanakan HBKN yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Pada acara itu, Agung Hendriadi memaparkan data-data dalam bentuk neraca perkiraan ketersediaan dan kebutuhan pangan nasional. Khusus daging sapi, diakui  belum bisa dipenuhi dari dalam negeri, dan pemerintah sudah melakukan antisipasi impor.

Secara rinci stok beberapa pangan strategis periode November - Desember tahun ini adalah beras 189,5 ribu ton, daging ayam 9,6 ribu ton, telur ayam 72,3 ribu ton, jagung 55,5 ribu ton, minyak goreng 3.508 ribu ton, bawang merah 17,9 ribu ton, cabai rawit 12,6 ribu ton, dan daging sapi 20,18 ribu ton.

Sedangkan, berdasarkan data Bulog, stok delapan komoditas kelolaan lembaga ini aman. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu khawatir.

Khusus untuk komoditas beras, Bulog bahkan sudah memiliki stok sebesar 1,1 juta ton. Jumlah sebesar ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, setidaknya untuk 5 bulan ke depan.

Stok Bulog untuk komoditas lainnya tercatat yaitu gula pasir (413,9 ribu ton), jagung (29,6 ribu ton), daging sapi ( 18 ton), daging kerbau (18,5 ribu ton), bawang merah (42,47 ton), bawang putih (300,50 ton), dan minyak goreng (1,04 juta liter).

Kemudian, sebagai salah satu barometer penentu harga beras nasional, Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) seringkali menjadi indikator fluktuasi harga beras. Tercatat, kondisi stok beras di PIBC per tanggal 6 Desember terpantau melimpah sebanyak 40.356 ton. Angka ini lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya mencapai 39.528 ton.

Dari sisi harga beras di PIBC, semenjak diberlakukannya Permendag No. 57 Tahun 2017 tentang Penetapan HET Beras, tercatat dari 13 jenis beras yang dipantau stabil dan mengalami penurunan harga terutama cianjur slyp, cianjur kepala, dan setra serta beras IR 64  yang mengalami penurunan sangat tajam hingga mencapai harga Rp 7.800/kg sejak 9 November 2017.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help