Musim Penghujan

WASPADALAH, Ada 12 Kecamatan di Kendal Rawan Bencana Alam

Kabag Ops Polres Kendal, Kompol Supraptoyo menjelaskan ada 12 Kecamatan di Kendal Rawan Bencana Alam

WASPADALAH, Ada 12 Kecamatan di Kendal Rawan Bencana Alam
tribunjateng/dhian adi putranto
Kabag Ops Polres Kendal, Kompol Supraptoyo menjelaskan ada 12 Kecamatan di Kendal Rawan Bencana Alam 

Laporan wartawan Tribun Jateng Dhian Adi Putranto.

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tingginya curah hujan selama beberapa pekan terakhir di kabupaten Kendal patut diwaspadai oleh masyarakat. Sebab potensi-potensi terjadinya bencana saat musim hujan tiba sangat tinggi.

Kabag Ops Polres Kendal, Kompol Supraptoyo menjelaskan perlu adanya peringatan dini bencana alam untuk mengurangi risiko terjadinya korban saat bencana.

Ia menjelaskan setidaknya ada 12 kecamatan di Kendal yang rawan terjadinya bencana saat musim penghujan tiba.

Di antaranya Kendal, Pageruyung, Singorojo, Rowosari, Kangkung, Cepiring, Patebon, Brangsong, Kaliwungu, Patean, Plantungan, dan Limbangan.

RAKOR -  Kabag Ops Polres Kendal, Kompol Supraptoyo memberikan materi dalam Rakor Masalah Strategis dan Aktual, Selasa (12/12)
RAKOR - Kabag Ops Polres Kendal, Kompol Supraptoyo memberikan materi dalam Rakor Masalah Strategis dan Aktual, Selasa (12/12) (tribunjateng/dhian adi putranto)

Bencana yang sering terjadi diantaranya banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.

"Bencana alam itu terjadi kapan saja, tidak ada yang tahu. Tapi kita bisa mendeteksinya. Seperti pohon tumbang hal itu disebabkan oleh angin kencang. Jadi kita bisa mewaspadainya," jelasnya dalam rakor masalah strategis dan aktual untuk mewaspadai bencana alam, Selasa (12/12/2017).

Ia menjelaskan jenis peringatan yang dilakukan tidak perlu harus berteknologi maupun mahal. Cukup menggunakan alat tradisional seperti kentongan.

"Kentongan itu sebagai pengganti teriakan. Dengan adanya itu apabila seseorang mengetahui sebuah bencana akan terjadi maka bisa mengingatkan kepada masyarakat lainnya," jelasnya.

Selain itu Polres Kendal juga telah mempersiapkan peralatan dan personel yang akan disiagakan saat bencana alam terjadi.

"Kami juga menyiagakan 3 anjing pelacak yang siap dikerahkan," ujar dia.

Bupati Kendal Mirna Annisa yang saat itu diwakili oleh Sekda Kendal M Toha menjelaskan perlu kewaspadaan terhadap bencana alam dan koordinasi antar masyarakat dalam menangani bencana yang terjadi.

"Bencana alam bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemda saja, masyarakat juga. Karena itu perlu membangun kesadaran di masyarakat, agar sikap siaga menjadi budaya di masyarakat," jelasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved