TribunJateng/

Ngopi Pagi

Mbrebes Mili

Brebes merupakan dataran luas yang berair. Pantas jika ada pendapat bahwa nama Brebes berasal dari kata "bara" dan "basah".

Mbrebes Mili
mamdukh adi priyanto
Brexit Brebes Timur 

TRIBUNJATENG.COM -  Brebes merupakan dataran luas yang berair. Pantas jika ada pendapat bahwa nama Brebes berasal dari kata "bara" dan "basah". Bara berarti hamparan tanah luas dan basah berarti banyak mengandung air. Klop dengan Bahasa Jawa-nya Brebes atau mbrebes yang berarti tansah metu banyune (selalu keluar airnya).

Kondisi tanah itu karunia bagi warga Brebes, cocok untuk tanaman bawang dan memang menjadi trade mark-nya salah satu kabupatan di Provinsi Jawa Tengah itu. Hingga kini Brebes sebagai penghasil bawang terbesar di tataran nasional. Tercatat, pusat bawang merah tersebar di 11 kecamatan (dari 17 kecamatan).

Bukan hanya karena kondisi tanahnya. Brebes dan bawang “menyatu” terkait istilah mbrebes mili. Arti harafiahnya berlinang air mata. Mengupas banyak bawang atau brambang, bikin mbrebes mili. Makna lain istilah tersebut, bisa karena pilu, sedih. Mbrebes mili bisa juga karena haru, dan sejenisnya.

Brebres kini makin branded, menyusul munculnya istilah Brexit, akronim dari Brebes Exit (pintuk tol keluar Brebes). Menjelang hari libur panjang Natal dan Tahun Baru, apalagi Lebaran, Brexit memang bikin para pengendara mbrebes mili, kesal hingga ingin menangis. karena terjebak macet berjam-jam.

Simak cuitan netizen di Twitter jelang lebaran tahun lalu, tepatnya 3 Juli 2016. “Gw dari Kuningan jawa barat brangkat jam 1:30 siang, sekarang jam 1 malem masih menuju brexit. Puter balik ga bisa.” Cuitan LAIN, “Ya Allah aku mau saur...” Dan, masih banyak lagi keluh kesah senada karena Brexit.

Pihak terkait menyadari itu semua. Makanya, menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2018, Kepolisian Resor Brebes telah berkoordinasi dengan Korlantas Polri sebagai leading sector terkait pengaturan lalu lintas. Kapolres Beebes AKBP Sugiarto menyatakan, Brebes merupakan merupakan pintu gerbang kendaraan dari Jakarta dan Jawa Barat yang menuju ke Jawa Tengah dan Yogyakarta. "Brexit dipresiksi jadi titik macet. Semua kendaraan akan bertemu di titik itu ," katanya, Selasa (12/12/2017).

Karena itu, pengelola Jalan Tol Kanci Pejagan Pemalang memprioritaskan kendaraan yang keluar dari tol atau dari arah Jakarta dan sekitarnya. "Kami menyiapkan tujuh exit tol (gerbang kendaraan keluar tol) dan dua entrance (gerbang kendaraan masuk tol)," kata Kepala Seksi Pengumpulan Tol Kanci-Pejagan-Pemalang, Ian Dwinanto.

Brexit sendiri sejatinya singkatan dari “British exit”, yang mengacu pada keputusan referendum Inggris pada 23 Juni 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa (EU). Dampaknya memang bikin ‘mbrebes mili’ rakyat Inggris. Hasil referendum itu menyebabkan mata uang Inggris pound sterling (GBP) jatuh pada level terendah terhadap USD dalam 30 tahun. David Cameron, Perdana Menteri Inggris saat itu, akhirnya mengundurkan diri.

Itu kondisi ekonomi Inggris akibat Brexit. Untuk negeri ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) khawatir atas kondisi ekonomi tahun depan. Pasalnya, pada 2018, Indonesia bakal menggelar 171 pilkada. "Secara historis, tahun 2004, 2009, 2013 pilkada tidak ada gejolak sama sekali," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Senin (11/12). Namun, ia mengakui Indonesia tidak memiliki pengalaman untuk menghadapi pilkada sebanyak 171 secara bersamaan.

Moga, kekhawatiran itu terlalu berlebihan, tidak bikin mbrebes mili. Namun, jika hasil 171 pilkada itu pada perkembangannya tidak sepenuhnya menghasilkan kepala daerah yang bersih, rakyat pun masih akan terus mbrebes milli. Pilu karena negeri ini masih terbelenggu praktik korupsi. (*)

Penulis: rika irawati
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help