TribunJateng/

Presiden Erdogan Serukan Bangsa-bangsa Islam Akui Yerusalem Ibukota Palestina

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan Serukan Bangsa-bangsa Islam Akui Yerusalem Ibukota Palestina

Presiden Erdogan Serukan Bangsa-bangsa Islam Akui Yerusalem Ibukota Palestina
abc.net.au
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendesak agar para pemimpin bangsa-bangsa Islam mengakui Yerusalem sebagai 'ibu kota negara Palestina yang diduduki'.

Seruan itu disampaikannya dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berlangsung di Istanbul, Turki, Rabu (13/12).

"Saya mengajak semua negara mendukung undang-undang internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Palestina yang diduduki."

Sementara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan keputusan Amerika Serikat menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan kejahatan yang memperlihatkan Washington sebaiknya tidak punya peran lagi dalam proses Timur Tengah.

Polisi Israel, untuk kedua kalinya, melarang para pria berusia di bawah 50 tahun untuk shalat pada Jumat (28/7/2017), di masjid Al-Aqsa di Jerusalem.
Polisi Israel, untuk kedua kalinya, melarang para pria berusia di bawah 50 tahun untuk shalat pada Jumat (28/7/2017), di masjid Al-Aqsa di Jerusalem. (net)

"Kita seharusnya tidak menerima peran apapun bagi Amerika Serikat dalam proses perdamaian. Mereka sudah membuktikan berpihak sepenuhnya pada Israel," tegasnya.

Abbas menambahkan bahwa PBB yang seharusnya mengambil peran dalam perundingan itu.

Presiden Joko Widodo yang juga menghadiri KTT itu, sebelumnya mengatakan akan berupaya membulatkan suara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terkait pembelaan terhadap Palestina.

"Ini adalah kesempatan pertama bagi negara-negara OKI untuk secara bersama dan tegas menolak keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Presiden Jokowi kepada para wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, sebelum berangkat ke Istanbul.

Dipimpin oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, KTT Luar Biasa OKI akan dimulai di Istanbul, Rabu (23/12), untuk khusus membahas keputusan Presiden Donald Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Langkah Trump mengundang kecaman internasional karena status Yerusalem -berdasarkan Kesepakatan Oslo tahun 1993- ditunda hingga berlangsungnya perundingan status permanen di kemudian hari.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help