TribunJateng/

Tulis Kata-kata Kotor untuk Polisi di Facebook, Pelajar SMA Ditangkap, Semua Berawal dari Hal Ini

Perkara ini, kata Sunaryo, tetap lanjut. Tapi karena ancaman pidana kurang dari 7 tahun maka tidak boleh dilakukan penahanan

Tulis Kata-kata Kotor untuk Polisi di Facebook, Pelajar SMA Ditangkap, Semua Berawal dari Hal Ini
Digital Trends
Ilustrasi Facebook Mobile 

TRIBUNJATENG.COM - Hanya karena jengkel dengan petugas yang menjaringnya saat digelar operasi pekat premanisme, YA (15) seorang pelajar kelas XI SMA asal Plaosan Kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur harus berurusan dengan hukum.

YA adalah satu diantara anak punk yang terjaring operasi di perempatan Mira, Selasa (12/12/2017).

Tersangka YA bukan satu-satunya anak punk yang terjaring dan digiring ke Mapolsek Babat untuk mendapatkan pembinaan.

Sesaat sebelum terjaring, YA bersama 8 teman-teman punk lainnya bermaksud hendak berangkat ke Bojonegoro tanpa tujuan.

Naas, sebelum berhasil menumpang truk, YA bersama teman-temannya terjaring operasi pekat.

Anak punk ini ketangkap dalam keadaan berpakaian "nggembel".

Rencana ke Bojonegoropun tertunda. Para punk tidak lama dibina petugas polsek dan kemudian dilepas.

"Waktu sudah dilepas itu kemudian YA menulis di Facebook. Isinya menghujat petugas," ungkap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Aiptu Sunaryo kepada SURYA.co.id, Rabu (13/12/2017).

Dalam akun Facebooknya, YA menuliskan kata-kata kotor.

;
Akun Facebook YA yang menghujat petugas kepolisian gara-gara terjaring operasi premanisme, Selasa (12/12/2017). (surya/hanif manshuri)

Kalimat yang dikemukakan YA ini teryata berhasil diendus anggota pelaksana harian Subbag Humas Polres Lamongan.

Halaman
12
Editor: muslimah
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help