Ngopi Pagi

Pijar Lilin Pasca-Ramadniya

Musim libur Natal dan Tahun Baru sudah berada di depan mata. Meski jumlahnya tak sebanyak pada libur Idulfitri

Pijar Lilin Pasca-Ramadniya
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
GELAR PASUKAN - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpin apel gelar pasukan operasi ramadniya candi di jalan tol fungsional Kaligangsa, Senin 19 Juni 2017 

TRIBUNJATENG.COM - Musim libur Natal dan Tahun Baru sudah berada di depan mata. Meski jumlahnya tak sebanyak pada libur Idulfitri, ribuan calon pemudik telah bersiap-siap pulang ke kampung halaman.
Tak sedikit pula warga yang memiliki rencana merayakan akhir tahun di tempat-tempat wisata. Terlebih institusi pendidikan meliburkan kegiatan belajar-mengajar seusai ujian akhir semester.

Sejumlah destinasi populer diyakini bakal menjadi lokasi favorit bagi pelancong. Tak terkecuali yang berada di Jawa Tengah, semisal dataran tinggi Dieng, Bandungan, dan Tawangmangu.

Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik yang menggunakan jalur darat akan berkurang dibandingkan libur Natal tahun lalu. Proyeksi ini sudah mencakup pengguna jasa kereta api.

Peningkatan justru diprediksi terjadi di jalur laut dan udara. Tentu kita berharap seluruh prediksi itu sudah diantisipasi sehingga arus mudik Natal dan Tahun Baru lancar, mengikuti kelancaran pada masa Lebaran lalu.

Kesuksesan Operasi Ramadniya merupakan cermin bahwa sinergisitas yang baik akan menghasilkan pencapaian yang baik. Kemacetan panjang yang biasa terjadi pada masa mudik dan balik Idulfitri pada tahun ini tak terjadi berkat koordinasi apik seluruh pemangku kepentingan.

Acungan jempol layak kita berikan kepada kepolisian yang menjadi ujung tombak operasi pengamanan arus lalu lintas dalam kerepotan tahunan itu. Penghargaan yang sama kita haturkan pula kepada semua instansi terkait.
Pelajaran penting dari keberhasilan Operasi Ramadniya adalah segala sesuatu yang dipersiapkan matang akan mampu memenuhi harapan. Sesuai ungkapan bahwa hasil takkan mengkhianati proses.

Tak hanya menyangkut personel pengamanan dan pelayanan melainkan juga aspek insfrastruktur yang memadai. Pemanfaatan jalan tol yang sebenarnya belum dioperasionalkan pada Lebaran lalu terbukti mampu menekan potensi kemacetan di jalur pantura Jawa Tengah.

Perhatian khusus bagi situasi Brexit atau gerbang tol Brebes Timur masih harus tetap menjadi prioritas. Pengelola tol wajib mengantisipasi padatnya kendaraan yang antre keluar dari jalan bebas hambatan ini.

Persiapan lain adalah pengecekan kelayakan moda transportasi publik secara mendetail. Kondisi kendaraan angkut yang dipakai, baik untuk penumpang maupun barang, harus diperiksa sebelum dinyatakan laik jalan.
Kelancaran arus kendaraan terang bukan satu-satunya ukuran kesuksesan pengelolaan perpindahan orang dalam jumlah banyak ini. Satu yang tak kalah penting adalah meminimalkan angka kecelakaan lalu lintas.

Pemeriksaan kelayakan kendaraan masuk daftar wajib agar risiko kecelakaan bisa ditekan. Supaya tak ada lagi yang mengambinghitamkan rem blong atau ban gundul ketika musibah di jalanan terjadi.

Meski jumlah pemudik pada masa libur Natal dan Tahun Baru berkurang dibandingkan Lebaran, kita berharap kesiagaan para petugas tak berkurang. Kesuksesan Operasi Lilin akan membuktikan komitmen pemerintah dalam menangani hajat rutin khalayak ramai.

Menyangkut transportasi laut, kita tentu berharap tak ada lagi perbedaan antara manifes dan jumlah penumpang kapal yang sebenarnya. Di sisi lain, pelayanan dan fasilitas di bandara terkait jasa transportasi udara harus terus ditingkatkan. (*)

Penulis: abduh imanulhaq
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved