Arab Saudi Tangkal Lagi Rudal yang Ditembakkan dari Yaman

Arab Saudi mengatakan berhasil mencegat satu rudal balistik di dekat ibu kota Riyadh, dan terdengar suara sebuah ledakan di tempat itu.

Arab Saudi Tangkal Lagi Rudal yang Ditembakkan dari Yaman
AL MASIRAH
Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengungkapkan kepemilikan rudal Burkan-2 pada Februari 2017. 

TRIBUNJATENG.COM - Arab Saudi mengatakan berhasil mencegat satu rudal balistik di dekat ibu kota Riyadh, dan terdengar suara sebuah ledakan di tempat itu.

Para saksi mata menerbitkan foto-foto di media sosial yang memperlihatkan kepulan asap di angkasa. Tidak ada laporan tentang korban jiwa maupun yang cedera.

Saluran TV Al Masirah milik kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengatakan sasaran rudal adalah pertemuan para pemuka Arab Saudi di Istana Al-Yamama, yang merupakan kantor pusat Raja dan juga pengadilan kerajaan. .

Awal bulan lalu, satu rudal juga berhasil dicegat sebelum menghantam bandara Riyadh.

Arab Saudi dan Amerika Serikat menuding Iran yang memberi rudal itu kepada Houthi, yang berperang melawan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan koalisi pimpinan pemerintah Arab Saudi.

Iran membantah tuduhan mempersenjatai kelompok pemberontak tersebut yang terlibat perang saudara di Yaman sejak Maret 2015.

Sebuah laporan di situs TV Al Masirah menyebut Kekuatan Rudal Houthi mengumumkan peluncuran rudal Burkan-2, Selasa (19/12) siang, sebagai 'tanggapan atas kejahatan kejam yang dilakukan agresi Amerika Serikat-Saudi atas rakyat Yaman'.

Rudal itu ditujukan kepada 'pertempuan para pemimpin Saudi di Istana Al-Yamama di Riyadh' dengan agenda antara lain diperkirakan berupa pembahasan anggaran tahunan dan dihadiri oleh Putra Mahkota, Mohamed bin Salman, menurut Al Masirah.

Beberapa menit kemudian, stasiun TV pemerintah Saudi melaporkan sebuah rudah sudah dicegat di sebelah selatan ibu kota.

Sebuah video -yang diterbitkan oleh seorang pria yang mengaku berada di distrik Olaya- memperlihatkan asap putih di atas Riyadh dan suara ledakan kemudian terdengar.

Kantor berita resmi Saudi Press Agency kemudian menyebut juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi untuk Yaman mengatakan bahwa rudal ditembakkan secara serampangan ke arah kawasan pemukiman di Riyadh namun ditangkal oleh rudal Patriot di sebelah selatan Riyahd tanpa ada kerusakan maupun korban.

Juru bicara itu menambahkan bahwa serangan tersebut membuktikan bahwa Iran meneruskan dukungannya kepada Houthi dengan mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB dan rudal yang dipasok Iran mengancam keamanan kawasan serta internasional.

Aparat Saudi mengatakan rudal Patriot dari Amerika Serikat mencegat Burkan-2 yang ditemankkan ke bandara Riyadh pada 4 November lalu namun para pengamat meragukan pernyataan itu dan berpendapat hulu ledak rudal jatuh di dekat terminal domestik bandara. (BBC Indonesia)

Editor: sujarwo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help