Ngopi Pagi

Awas Jadi Viral!

Ke-viral-an Bripka A bukan hal yang menyenangkan. Sebab, viralnya sang oknum ini karena melakukan pungutan liar (pungli) saat melakukan razia.

Awas Jadi Viral!
tribunjateng/akhtur gumilang
Ada video viral di Youtube terkait oknum polisi Satlantas Polrestabes Semarang diduga melakukan pungli terhadap pengendara sepeda motor yang terjaring razia. 

TRIBUNJATENG.COM - Viral! kata itu semacam jadi jaminan di dunia maya untuk menarik perhatian khalayak. Makna kata viral sendiri belum ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang berarti, bangsa ini belum menyerap kata itu.

Viral sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti 'relating to or involving an image, video, piece of information, etc., that is circulated rapidly and widely from one Internet user to another'.

Jika diterjemahkan maka artinya berkaitan dengan atau melibatkan gambar, video, informasi, dll. Yang beredar dengan cepat dan meluas dari satu pengguna internet ke pengguna internet lainnya. Satu kata yang selalu menarik perhatian pengguna medsos itu punya dua sisi.

Di satu sisi kata viral dengan muatan konten positif bisa mengangkat nama seseorang. Contoh kasus nama anggota brigadir Iwan Wirana (29), anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang Unit Kecelakaan.

Video Wirana jadi viral ketika dengan sabar melayani pelanggar pria yang kemayu. Ketika penulis tak sengaja bertemu dengan Brigadir bertubuh tambun itu, ia mengakui jadi viral sangat berdampak pada dirinya dalam hal positif.

"Pas saya jaga di Simpanglima tiba-tiba ada pejalan kaki yang minta foto bareng, beberapa kali juga seperti itu. Aneh rasanya, follower instagram pun meningkat drastis," katanya pada penulis beberapa waktu lalu.

Kali ini, seorang oknum anggota satlantas polrestabes Semarang lainnya juga jadi viral. Inisialnya Bripka A. Ke-viral-an Bripka A bukan hal yang menyenangkan. Sebab, viralnya sang oknum ini karena melakukan pungutan liar (pungli) saat melakukan razia.

Judul yang melambungkan Bripka A adalah 'viralkan, oknum Polisi Pungli kembali di Semarang'. Video tersebut sudah ditonton 1.344 orang lebih (mungkin sudah bertambah) sejak diunggah pertama kali oleh Akun yang mengatasnamakan Gaska Pelangi pada hari Sabtu (16/12) lalu.

Video itu berdurasi 3 menit 14 detik. Isinya seorang personel Satlantas Polrestabes Semarang tengah memeras beberapa pengendara sepeda motor yang terkena Razia.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 13 November 2017 lalu. Video itu kemudian diunggah di Facebook oleh akun bernama Naura Salsabila dan viral di Youtube. Video itu menggambarkan oknum anggota Satlantas berinisial Bripka A dengan menggunakan mobil Patwal bernomor 3006 tengah memeras beberapa pengendara yang terjaring razia.

Dalam video disebutkan bahwa lokasi razia berada di kawasan Randugarut, arah menuju Mangkang. Pada gambar video itu juga terlihat beberapa pengendara sepeda motor yang terlibat negosiasi atau terjadi tawar-menawar besaran uang denda tilang.

Oknum itu mengancam, jika tidak Punya Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan sudah kadaluarsa akan didenda sebesar 1,5 Juta Rupiah, sedangkan kalau diselesaikan di tempat biayanya hanya separonya. Ya, Bripka A jadi viral gara-gara melakukan pungli.

Tentu viralnya video Bripka A itu membuat para netizen geleng-geleng kepala. Sebab, dulu presiden Jokowi memerintahkan ada tim Saber Pungli untuk menindak para pelaku pungli. Bahkan kota Semarang sudah punya tim saber pungli sendiri.

Dibentuk pada Rabu, 11 Januari 2017, atau awal tahun lalu, anggota Saber Pungli kota Semarang terdiri atas instansi Kodim 0733 BS/ Semarang, Polrestabes Semarang, Kejaksaan Negeri Semarang, Denpom IV/5 Semarang, Badan Intelijen Negara Perwakilan Jawa Tengah, Ketua DPRD, akademisi/pakar, serta beberapa perangkat daerah Pemkot Semarang, seperti inspektorat, dan bagian hukum.

Setelah viral bagaimana nasib Bripka A? Ia dijebloskan ke dalam sel. Setelah keluar, sepertinya oknum bakal punya nasib yang berbeda dengan Brigadir Wirana. Saya kira, Bripka A tidak bakal diajak foto bersama oleh pejalan kaki saat bertugas atau follower akun media sosialnya mendadak bertambah. (*)

Penulis: bakti buwono budiasto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help