Ngopi Pagi

Ancaman Trump Tak Mempan

Kemenangan berpihak kepada Palestina sebagaimana harapan masyarakat Indonesia dan mayoritas negara-negara di dunia.

Ancaman Trump Tak Mempan
THE DAILY STAR
Warga Palestina berdoa di dekat masjid Al Aqsa di Yerusalem. 

TRIBUNJATENG.COM - Kemenangan berpihak kepada Palestina sebagaimana harapan masyarakat Indonesia dan mayoritas negara-negara di dunia.

Hasil voting Majelis Umum PBB, sebanyak 128 negara menolak klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibukota negara Israel. Hanya 9 negara yang mendukung AS dan 35 negara abstain. Indonesia termasuk satu di antara 128 negara yang menentang klaim Trump.

Dengan hasil voting anggota PBB itu, berarti pernyataan klaim tersebut batal. Yerusalem bukan ibukota Israel. Ancaman dan kutukan Presiden Trump tidak mempan. Pada sidang darurat Majelis Umum pada hari Kamis (21/12/2017), 128 negara memilih resolusi PBB yang menolak keputusan kontroversial Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember.

Para pemimpin Palestina mengatakan bahwa hasil voting Majelis Umum PBB adalah kemenangan bagi mereka. Jumat (22/12/2017), Palestina menyampaikan terimakasih kepada negara-negara yang mendukungnya.

Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan keputusan Majelis Umum PBB ini menegaskan kembali bahwa Palestina mendapat dukungan internasional, dan tidak ada keputusan yang dibuat oleh pihak manapun dapat mengubah kenyataan, bahwa Yerusalem adalah wilayah Palestina berdasarkan hukum internasional.

Mevlut Cavusoglu, menteri luar negeri Turki mengatakan di Twitter bahwa martabat dan kedaulatan tidak dijual. Mohammad Javad Zarif, menteri luar negeri Iran, juga menyambut baik hasil pemungutan suara PBB. Bukti bahwa kebijakan Trump sangat melenceng dan PBB tidak bisa diintimidasi.

Batalnya pengakuan AS bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel ini melegakan. Banyak ormas dan mahasiswa Indonesia melakukan unjukrasa dan mengutuk pernyataan Trump. Rakyat Indonesia tetap istiqamah mendukung kemerdekaan Pelestina dan menentang zionisme Israel.

Di sisi lain, Trump justru memulai perpindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Itu sebagai pemenuhan janji Trump saat kampanye di Pilpres hingga bisa mengalahkan Hillary Clinton.

Kekalahan voting di PBB itu membuat Israel geram. PM Israel Benjamin Netanyahu menyebut PBB sebagai rumah kebohongan. Hasil pemungutan suara PBB itu tidak masuk akal.

Kekalahan dalam voting ini membuktikan ancaman dan kutukan Trump tidak mempan. Donald Trump mengancam akan memotong bantuan ke negara-negara yang menentang kebijakan AS.
Negara-negara di dunia mendukung resolusi PBB membatalkan klaim AS bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Mereka mengambil ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, dan kemudian mereka memberikan suara menentang kita. Baik, kita melihat suara itu. Biarkan mereka memberikan suara melawan kita. Kita akan menghemat banyak. Kami tidak peduli," kata Donald Trump dikutip kantor berita Reuters, sehari sebelum voting Majelis Umum PBB.

Kekhawatiran terjadinya perang babak baru di Timur Tengah bisa dicegah melalui resolusi PBB. Sejak jauh hari Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sehari setelah Trump membuat pernyataan yang mengejutkan dunia itu, Presiden Jokowi langsung bereaksi keras. Indonesia minta AS mempertimbangkan kembali langkah itu.

Pernyataan Trump itu membahayakan stabilitas keamanan dunia. Jokowi mengatakan, ia dan rakyat Indonesia tetap konsisten bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan haknya sesuai UUD 1945.

Indonesia akan selalu bersama-sama dengan rakyat Palestina untuk mendukung hak-hak mereka yang selama ini banyak direnggut oleh Israel. Selamat berjuang Palestina. Dunia tidak takut dengan ancaman Trump. (*)

Penulis: iswidodo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved