KPK Yakini Setya Novanto Akan Ungkap di Sidang Siapa Politisi yang 'Kecipratan' Duit e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini politisi yang turut "menikmati" uang korupsi e-KTP

KPK Yakini Setya Novanto Akan Ungkap di Sidang Siapa Politisi yang 'Kecipratan' Duit e-KTP
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Terdakwa Setya Novanto menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan eksepsi atau keberatan atas dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (20/12/2017). Setya Novanto keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum KPK yang mendakwa dirinya atas kasus korupsi KTP elektronik dengan ancaman hukuman maksimal berupa pidana penjara selama 20 tahun. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini politisi yang turut "menikmati" uang korupsi e-KTP akan terungkap dalam persidangan terdakwa Setya Novanto.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha juga optimis pihak yang menikmati korupsi megaproyek bernilai Rp5,8 triliun itu akan dibeberkan dalam sidang tersebut.

Termasuk tiga nama politisi PDI Perjuangan seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bendum PDI Perjuangan Olly Dondokambey dan Memkumham Yasonna Ha Laoly yang disebut kubu Setya Novanto hilang dalam dakwaan Setya Novanto.

Baca: Guru Honorer Cantik Ini Nyambi Jadi Biduan Kampung

Baca: Wanita Ini Menikah dan Tinggal di Milan Italia, Datang ke Jakarta di Hari Ibu Cari Ibu Kandungnya

"Mengenai nama-nama lain kan bisa saja terungkap saat jalannya persidangan," ujar Priharsa, Sabtu (23/12/2017).

Priharsa menegaskan KPK tidak pernah tebang pilih dalam menjerat pihak-pihak yang terlibat dalam pusaran korupsi e-KTP.

Hilangnya tiga nama anggota DPR RI periode 2009-2014, diungkapkan Priharsa merupakan bagian dari strategi KPK untuk membuktikan perbuatan Novanto yang telah merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun.

"Tidak dong tidak tebang pilih karena kan persidangannya persidangan SN. Jadi yang ingin dibuktikkan adalah dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh SN," terangnya.

Priharsa menambahkan ‎pengusutan korupsi e-KTP tidak akan berhenti pada Setya Novanto saja, melainkan KPK akan terus mengusut dan menjerat penikmat uang haram dari proyek ini. (*)

Baca: Siksa TKW Indonesia, Majikan Hong Kong Bayar Ganti Rugi Rp 1,3 Miliar

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help