Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Minta Dishub Kaji Lebih Dalam Rencana Pembangunan LRT

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang berencana membangun transportasi masal berbasis monorel berupa Light Rapid Transit

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Minta Dishub Kaji Lebih Dalam Rencana Pembangunan LRT
IST/TRIBUN MEDAN
Ilustrasi Light Rail Transit (LRT) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang berencana membangun transportasi masal berbasis monorel berupa Light Rapid Transit (LRT).

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan, perlu kajian yang mendalam untuk merealisasikan rencana pembangunan LRT itu. Joko menilai, LRT saat ini belum mendesak direalisasikan.

"Kami minta dikaji lebih dalam dulu. Kota Semarang itu perencanaannya kurang. Kecuali jika pengguna angkutan umum itu sudah luar biasa. Bolehlah dibangun LRT atau sejenisnya," kata Joko, Senin (25/12/2017).

Kajian yang dimaksud, kata Joko, di antaranya analisis mengenai dampak lalu lintas (Amdalalin) dan kajian pembiayaan. Pasalnya, untuk pembangunan LRT dibutuhkan anggaran yang sangat besar.

Menurut Joko, harusnya Dishub lebih memaksimalkan angkutan umum yang sudah ada dalam hal ini Bus Rapid Transit (BRT) terlebih dahulu sebelum merealisasikan transportasi berbasis monorel.

"Lebih baik memaksimalkan angkutan umumnya (BRT) dulu menggunakan feeder. Yang efeknya angkutan umum bisa maksimal menjangkau hingga permukiman warga. Nah kemudian jika sudah maksimal bolehlah rencana LRT itu dibuat," imbunya.

Sebelumnya, senada disampaikan peneliti pada Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno. Djoko lebih menyarankan Pemkot Semarang saat ini lebih memaksimalkan BRT yang bisa menjangkau kawasan perumahan dan pemukiman penduduk.

"Itu (LRT) bagus. Tapi BRT dimaksimalkan dulu saja. Ada feeder untuk menjangkau masyarakat permukiman sebagai penghubung ke shelter BRT. Lalu saat jam sibuk feeder juga bisa difungsikan masuk ke dalam kota," katanya.

Terkait LRT, Djoko menilai moda transportasi monorel LRT sebenarnya tidak cocok untuk wilayah perkotaan. Di samping itu, anggaran yang dibutuhkan juga cukup besar sehingga kemampuan finansial Pemkot Semarang tidak mencukupi untuk membackup seluruh anggaran.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help