Wakil Wali Kota Semarang Kecewa Lihat Hasil Penataan Taman Balaikota Senilai Rp 1,7 Miliar

Ita menyempatkan diri berkeliling ke beberapa bagian di taman yang dianggarkan melalui anggaran perubahan tahun 2017 tersebut

Wakil Wali Kota Semarang Kecewa Lihat Hasil Penataan Taman Balaikota Senilai Rp 1,7 Miliar
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Beberapa pekerja membongkar seng penutup proyek pembangunan Taman Balaikota Semarang. Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, kecewa melihat penataan taman tersebut saat meninjau lokasi, Rabu (27/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, kecewa saat meninjau lokasi proyek pembangunan Taman Balai Kota yang berada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Rabu (27/12/2017).

Menurut Ita, sapaan Hevearita Gunaryanti Rahayu, penataan taman Balaikota yang menelan anggaran Rp 1,7 miliar itu tidak sesuai dengan estetika taman yang diharapkan. Padahal, pengerjaannya telah berakhir 23 Desember kemarin.

"Pengerjaan taman ini tidak ada estetikanya. Tidak ada perpaduan yang tepat antara penataan kursi, tempat sampah hingga beberapa jenis bunga," kata Ita, saat meninjau lokasi.

Ita menyempatkan diri berkeliling ke beberapa bagian di taman yang dianggarkan melalui anggaran perubahan tahun 2017 tersebut.

Ita sempat menghela napas panjang saat melihat penataan taman yang dinilai kurang sesuai itu.

Karenanya, Ita meminta kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) yang menaungi proyek tersebut agar memerintahkan kontraktor pelaksana pekerjaan untuk melakukan pembenahan sesuai dengan semestinya.

Selain itu, Ia juga meminta agar perawatan taman Balai Kota Semarang dapat menjadi prioritas dinas terkait agar menjaga keindahan dan keasriannya.

"Sebuah taman itu memerlukan perawatan yang intens karena tidak seketika, atau butuh proses berkelanjutan dan jangan sampai terbengkalai atau tidak terawat," ucapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help