Pemasukan PAD Kota Semarang dari Pajak Melebihi Target

Dari 11 sektor pajak, penarikan pajak tercapai 108,47 persen hingga 27 Desember 2017

Pemasukan PAD Kota Semarang dari Pajak Melebihi Target
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Kantor Bapenda Kota Semarang ramai wajib pajak yang mengantre untuk membayar pajak di akhir tahun ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang dari penarikan pajak oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang melampaui target yang ditetapkan.

Dari 11 sektor pajak, penarikan pajak tercapai 108,47 persen hingga 27 Desember 2017.

Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana mengatakan, dari target penarikan pajak selama 2017 sebesar Rp 1,11 triliun, telah tercapai Rp 1,2 triliun. Padahal, pembayaran pajak masih berjalan hingga 30 Desember.

"Kami bersyukur pencapaian pajak secara keseluruhan melebihi target. Meski dmeikian, ada sektor pajak yang tidak mencapai target karena kendala tertentu," kata Yudi saat ditemui di kantornya, Kamis (28/12/2017).

Sektor pajak yang tidak memenuhi target tersebut yaitu pajak reklame dan pajak sarang burung walet. Untuk pajak reklame, dari target Rp 31 miliar hanya tercapai Rp 28,6 miliar atau 92,34 persen. Sedangkan untuk pajak sarang burung walet, dari target Rp 50 juta tercapai Rp 1,02 juta saja atau 2,04 persen.

"Sektor sarang burung walet ini sektor baru sehingga penarikan belum maksimal. Di samping itu, pengusaha sarang burung waletnya juga tidak ada," jelasnya.

Meski demikian, beberapa sektor lain menjadi primadona pemasukan pajak daerah karena nilainya di luar perkiraan. Dia mencontohkan pajak sektor BPHTB yang mencapai Rp 394 miliar dari target Rp 320 miliar.

Kemudian, pajak hotel yang tercapai Rp 72,5 miliar dari target Rp 69,5 miliar dan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang tercapai 102,90 persen dari target Rp 335 miliar tercapai Rp 344,7 miliar.

"Yang signifikan itu pajak BPHTB. Namun dari 11 jenis pajak yang berpotensi, memang belum semua tergali karena keterbatasan alat dan personel. Mudah-mudahan 2018 mendatang alat sudah terpenuhi. Sehingga PAD dari pajak semakin meningkat," harapnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help