Pemkot Salatiga Bantu Renovasi 360 Rumah Tidak Layak Huni, Total Anggaran Rp 5,4 Miliar

Memasukkan masyarakat berpenghasilan rendah ke dalam kategori ini akan membuat pengentasan RTLH lebih optimal.

Pemkot Salatiga Bantu Renovasi 360 Rumah Tidak Layak Huni, Total Anggaran Rp 5,4 Miliar
TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO
Wali Kota Yuliyanto mengunjungi rumah tak layak huni di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Sidorejo Lor, Salatiga 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Salatiga, Jawa Tengah, tahun ini membantu renovasi 360 rumah tidak layak huni (RTLH) di 18 kelurahan.

Kepala Bagian Perumahan Joko Wibowo mengungkapkan, total bantuan yang diambil dari dana APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK) itu mencapai Rp 5,4 miliar.

“Perinciannya masing-masing rumah itu kami beri barang-barang yang mendukung perbaikan sebesar Rp 15 juta. Mengenai kategori, memang kami mengincar rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah berdasarkan data BPS, bukan masyarakat miskin,” jelas Joko, Jumat (29/12/2017).

Menurutnya, memasukkan masyarakat berpenghasilan rendah ke dalam kategori ini akan membuat pengentasan RTLH lebih optimal.

Sebab, bantuan yang diberikan pemerintah hanya bersifat stimulan,

“Kami harapkan masyarakat antusias terhadap program ini sehingga mereka memutuskan untuk melanjutkannya agar rumah mereka semakin layak dihuni,” paparnya.

Kepala Dinperkim Valentino Tanto Haribowo menyampaikan, instansinya ditarget pemerintah pusat untuk segera mengentaskan masalah sanitasi dan kekumuhan yang merupakan momok utama di pemukiman tak layak huni.

Dia berharap pengentasan angka 14 ribu rumah tak layak huni bisa rampung pada 2019.

“Melalui APBD, kami berkomitmen agar target ini bisa terealisasi. Memang tidak keseluruhan kami bantu. Maka kerja sama dari masyarakat juga kami perlukan agar target ini terwujud,” tandas Tanto. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help