TribunJateng/
Home »

Solo

Pemkot Solo Akan Bongkar 137 Bangunan Barat Tembok TSTJ

Hal itu dilakukan sebagai rencana pengerjaan proyek drainase guna menyelesaikan masalah genangan air di jalan tersebut

Pemkot Solo Akan Bongkar 137 Bangunan Barat Tembok TSTJ
tribunjateng/akbar hari mukti
Dirut TSTJ, Bimo Wahyu Nugroho menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai macam pembenahan dalam rangka untuk mempercantik taman satwa tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Total 137 bangunan pedagang kaki lima (PKL) hingga hunian warga yang berdiri di sepanjang Jalan K.H Masykur, barat pagar Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo bakal segera ditertibkan oleh Pemkot Solo.

Hal itu dilakukan sebagai rencana pengerjaan proyek drainase guna menyelesaikan masalah genangan air di jalan tersebut.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Agus Sis Wuryanto menjelaskan Pemkot Solo telah melakukan sejumlah sosialisasi rencana menata kawasan barat TSTJ.

Pendataan jumlah hunian yang berdiri menempel tembok barat TSTJ hingga Rumah Sakit Jiwa Daerah Solo pun, menurutnya telah dilakukan oleh Pemkot Solo.

"Setelah didata, ada 137 bangunan di sana, yang digunakan untuk PKL sampai tempat tinggal," papar dia, Jumat (29/12/2017).

Agus pun menilai seluruh bangunan tersebut nantinya akan dibongkar untuk kemudian dilakukan pengerjaan penataan kawasan.

Salah saru penataan tersebut adalah pembangunan drainase setempat, mengingat di kawasan tersebut terutama di dekat bekas tempat pembuangan sampah (TPS) Jurug kerap muncul genangan air setelah diguyur hujan.

Maka, guna mengatasi persoalan itu, ia menjelaskan Pemkot Solo harus membangunan drainase dan bangunan liar yang berdiri di atasnya akan dibongkar.

"Karena warga menempati tanah negara, dan kini saat akan digunakan maka mereka harus mau dipindah," paparnya.

Terkait uang bongkar dan solusi yang ditawarkan Pemkot Solo bagi sejumlah pemilik bangunan, Agus mengatakan sejauh ini pihaknya belum membahas soal itu. Ia menilai, solusi bagi warga yang menghuni bangunan tersebut adalah dengan mempersilahkan mereka mendaftarkan diri sebagai penghuni rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) yang ada di Solo.

Meski begitu ia menjelaskan keputusan diterima atau tidak sebagai penghuni rusunawa, ada di tangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Jadi nanti dilihat, apa memenuhi syarat menghuni rusunawa atau tidak," ucapnya.

Lebih jauh ia memaparkan, untuk sejumlah kios buah yang berada di sana, tujuh diantaranya memiliki Surat Hak Penempatan (SHP) dari Dinas Perdagangan (Disdag).

"Mereka akan direlokasi ke pasar tradisional atau selter yang dimiliki Pemkot Solo," ungkapnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help