Ratusan Santri Gelar Dzikir Bersama pada Saat Tahun Baru

Seratusan santri di sudut kota Semarang itu memilih mengadakan Muhasabah dan dipimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren, KH Khamami

Ratusan Santri Gelar Dzikir Bersama pada Saat Tahun Baru
Tribun Jateng/Bakti Buwono
Santri Pondok Pesantren Al Multazam gelar dzikir bersama pada malam tahun baru, Minggu (31/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ucapan 'Astagfirullahaladzim' menggema di aula Pondok pesantren Al Multazam di Pudakpayung,Kecamatan Banyumanik pada Minggu (31/1/2017) jelang pergantian tahun.

Dari kejauhan terdengar letupan kembang api untuk merayakan malam tahun baru.

Seratusan santri di sudut kota Semarang itu memilih mengadakan Muhasabah dan dipimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren, KH Khamami.

Sebelum dzikir bersama, Khamami memberikan tauziah.

"Tundukkan kepala, pejamkan mata. Ingat-ingat dosa kita yang telah lalu. Apa harus nunggu sakaratul maut? Tahu-tahu tiada," katanya.

Ia berpesan pada zaman sekaran banyak yang mau mati bukannya ibadah meningkat tapi malah menurun.

Bagaimana cara mempertahankan agar terus baik?

Khamami menjawab tiap orang harus pandai mencari lingkungan yang baik.

"Walaupun kita orang baik,tapi kalau lingkungannya tidak baik pasti terpengaruh," ujarnya.

Khamami menuturkan, kegiatan tersebut adalah malam tasyakuran, dzokir dan muhasabah. Tujuannya untuk emndekatkan para santri pada Allah pada semester dua.

Ia berpesan pada anak didiknya untuk mengevaluasi hal-hal yang telah dilakukan.

"Apakah pancaindera sudah benar di jalan taat Atau masih banyak buat maksiat,"

Ia berujar kebanyakan anak muda yang menganggap malam tahun baru malam kebebasa. Malam tidak ada batas dan pesta hura-hura.

"Harapannya santri multazam berbeda dengan mereka secara persepsi," ujarnya.(*)

Penulis: bakti buwono budiasto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved