Barang-Barang Ini Sebabkan Kabupaten Kudus Alami Inflasi Hingga 4,17 Persen Tahun 2017

Adapun untuk laju inflasi tahun kalender atau dari Januari sampai Desember kalender 2017 sebesar 4,17 persen.

Barang-Barang Ini Sebabkan Kabupaten Kudus Alami Inflasi Hingga 4,17 Persen Tahun 2017
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Sapto Harjuli Wahyu saat memberikan keterangan laju inflasi di Kabupaten Kudus, Selasa (2/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus membeberkan laju inflasi Bulan Desember 2017 sebesar 0,60 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 136,67 persen.

Adapun untuk laju inflasi tahun kalender atau dari Januari sampai Desember kalender 2017 sebesar 4,17 persen.

"Laju inflasi kalau teralu tinggi tidak baik. Begitu juga kalau terlalu rendah berarti perekonomian kurang bergairah," kata Sapto Harjuli Wahyu Kepala BPS Kudus di ruang pertemuan BPS Kudus, Selasa (2/1/2018).

Sapto menjelaskan, pada tahun 2017 tidak ada gejolak inflasi. Kenaikan dan penurunan harga barang hanya terjadi pada momentum-momentum tertentu, misalnya akhir tahun 2017. 

"Di Kudus sempat terjadi deflasi di beberapa bulan, kemudian juga sempat inflasi tinggi, tetapi tidak berpengaruh signifikan pada inflasi tahunan," katanya.

Baca: Ternyata Ombak Pantai Bisa Menghilangkan Stres. Begini Penjelasannya

Dia mengatakan, inflasi yang terjadi pada bulan Desember 2017 jauh lebih tinggi dibandingkan bulan November 2017 yang hanya 0,35 persen dengan IHK135,86 persen. 

"Kelompok bahan makanan menjadi penyumbang inflasi paling tinggi yaitu beras, telur, daging ayam ras, kangkung, dan cabai rawit," kata dia.

Sapto menambahkan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditujukan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran.

Pengeluaran tersebut meliputi kelompok bahan makanan sebesar 2,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang 0,16 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,42 persen. 

Untuk kelompok yang mengalami penuruan indeks yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,12 persen; dan kelompo transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi yaitu beras, telur ayam ras, daging ayam ras, kangkung, dan cabai rawit. 

"Komoditas yang memberikan terhadap terjadinya deflasi di antaranya yaitu bawang merah, sepeda motor, tahu mentah, bawang putih, dan pisang," katanya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help