Mengenali Empat Gelombang Otak untuk Maksimalkan Potensi Diri

Kesuksesan dalam mencintai diri sendiri dan kehidupan, tidak bisa dilakukan hanya dengan otak semata

Mengenali Empat Gelombang Otak untuk Maksimalkan Potensi Diri
net
ILUSTRASI Gelombang otak Kesuksesan dalam mencintai diri sendiri dan kehidupan, tidak bisa dilakukan hanya dengan otak semata 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kesuksesan dalam mencintai diri sendiri dan kehidupan, tidak bisa dilakukan hanya dengan otak semata. Otak memiliki gelombang yang harus diasah, agar kita bisa menitikberatkan pikiran kita pada hal-hal positif.

Gelombang otak terdiri dari gelombang Alpha, Betha, Tetha dan Delta.

Kepada Tribunjateng.com, penulis buku The Influencer, Bayu Aji Prasetyo (22) menuturkan bahwa gelombang-gelombang tersebut muncul pada saat-saat tertentu.

Bayu Aji Prasetyo (22)  Trainer Pemberdayaan Diri kota Semarang,  Jawa Tengah,  dan penulis buku Influencer.
Bayu Aji Prasetyo (22) Trainer Pemberdayaan Diri kota Semarang, Jawa Tengah, dan penulis buku Influencer. (tribunjateng/wilujeng)

"Gelombang otak alpha akan muncul saat manusia sedang rileks. Para psikolog kerap menggunakan audio terapi suara air untuk mengantarkan otak manusia pada gelombang alpha," tutur motivator muda tersebut kepada Tribunjateng.com, Selasa (2/1/2018).

Saat rileks tersebut, adalah saat yang tepat untuk melakukan pemberdayaan diri atau memotivasi diri sendiri mengoptimalkan fungsi otak untuk terus berfikir positif serta melalui pikiran bawah sadar.

"Sedangkan gelombang betha muncul saat otak sedang berada dalam keadaan sadar sempurna. Gelombang betha harus diasah dengan pelatihan konsentrasi," tutur Bayu.

Gelombang betha berkaitan dengan semangat dan produktivitas kerja. Gelombang Betha yang tidak mencukupi, dapat menyebabkan gangguan mental dan emosi.

Gelombang Tetha. Bayu menuturkan, gelombang ini akan muncul saat tidur dan ngantuk. Gelombang ini bisa diperoleh melalui meditasi dan ibadah.

Frekuensi tetha berhubungan dengan ingatan memori yang telah berlalu.

Gelombang Delta dihasilkan saat tidur kita sangat nyenyak. Gelombang delta sering dihubungkan dengan perasaan manusia yang kuat terhadap empati dan intuisi. (*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help