Polres Demak Ciduk Tiga Tersangka yang Menjual Minuman Keras Melalui Media Sosial

Kasat Reskrim Polres Demak mengatakan Miras ini dijual oleh tiga pemuda asal Demak, melalui sosial media.

Polres Demak Ciduk Tiga Tersangka yang Menjual Minuman Keras Melalui Media Sosial
tribunjateng/dok
ilustrasi miras 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sejumlah tersangka penjual minuman keras (Miras) berbagai merek dari luar negeri, diciduk oleh pihak aparat kepolisian Polres Demak.

Tersangka ini diciduk dari hasil penyelidikan melalui media sosial miliknya.

Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Tri Agung mengatakan Miras dari berbagi merek dari luar negeri itu, dijual oleh tiga pemuda asal Demak, melalui sosial media.

"Para pelaku penjual Miras yakni Ahmad Bahtiar (25) warga Kelurahan Bintoro RT 07, RW 03, Kecamatan Demak Kota, lalu Aditya Prabowo (25) warga Dempet RT 04 RW 04, Kecamatan Dempet dan Ali Mudhofin (22) warga Desa Ploso RT 02 RW 04, Karangtengah," jelasnya, Rabu (3/1/2018).

Baca: BRAK, Mobil Xenia Hantam Pedagang Kopi Keliling di Jalan Pemuda

Tri menjelaskan, terungkapnya kasus penjualan miras tersebut, berawal dari Patroli tim Sisir Dunia Maya (Sidum), yang rutin berpatroli dan melakukan pemantauan di sejumlah Medsos baik itu Twitter, Instagram, maupun Facebook.

Melalui grup Facebook, tim Sidum mendapati pelaku menawarkan Miras merek luar negeri, dengan keterangan pada foto tersebut bertuliskan "sebagai penghangat badan".

"Begitu dapat informasi dari tim Sidum, kita langsung bergerak cepat menangkap pelaku penjual Miras," jelasnya.

Baca: Petani Bawang di Brebes Menangis Lalu Polisi Lakukan Hal Ini

Dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Polres Demak, Ipda Dwi Fahri Hidayatullah, petugas memancing pelaku dengan menyamar sebagai pembeli Miras tersebut.

Setelah menyepakati tempat untuk transaksi Miras tersebut, petugas langsung menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti, 34 botol Miras.

"Beberapa merek dari luar negeri itu ada kami amankan, sebagai barang bukti, yakni Miras merk Marttel, Hennesy, Macallan, Jack Daniels, Belvedere, Black Label, Red Label, Black Label, Absolut, Chivas, dan Tequila, yang harga pasarannya di atas Rp 1 juta lebih," beber Ipda Dwi Fahri.

Para tersangka itu telah melanggar Perda Demak Nomor 2 tahun 2015, tentang penyakit masyarakat, lanjutnya, juga telah melanggar peredaran miras di Demak.(*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help