Setahun Terjadi 111 Bencana di Purbalingga, Longsor Paling Dominan

Sebanyak 111 kejadian bencana melanda wilayah Kabupaten Purbalingga di sepanjang tahun 2017.

Setahun Terjadi 111 Bencana di Purbalingga, Longsor Paling Dominan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Reruntuhan talut yang menewaskan Budiyanto di Desa Karangtengah, Kertanegara, Purbalingga, Senin (16/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Sebanyak 111 kejadian bencana melanda wilayah Kabupaten Purbalingga di sepanjang tahun 2017.

Bencana tersebut meliputi tanah longsor, puting beliung, kebakaran, banjir dan dampak ikutan gempa bumi.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga,

Muhsoni mengatakan, dari angka itu, kejadian bencana paling banyak terjadi didominasi tanah longsor sebanyak 40 kali, disusul bencana kebakaran sebanyak 39 kali, angin puting beliung sebanyak 20 kali, banjir 11 kali dan dampak gempa sebanyak 1 kali.

"Sekitar 40 persen lebih dari 239 desa atau 96 desa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Purbalingga sudah terdampak bencana di tahun 2017,"katanya, Rabu (3/1)

111 kejadian bencana di tahun 2017 tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur, yakni 14 rumah terbakar habis atau roboh, 42 rumah mengalami rusak berat, 45 rumah rusak sedang, 42 rumah rusak ringan dan 133 rumah tergenang serta 68 rumah saat ini terancam longsor. Kerugian akibat bencana itu, lanjut Muhsoni, mencapai Rp 6,478 miliar.

Muhsoni menambahkan, berdasarkan data BMKG, pada Januari sampai Februari 2018 nanti, di wilayah Purbalingga akan mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Dengan meningkatnya intensitas hujan, potensi banjir dan tanah longsor akan semakin tinggi. Karena itu, Muhsoni mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaanya, baik diri maupun terhadap lingkungannya.

"Di daerah rawan banjir atau tanah longsor, jika terjadi hujan lebat dengan durasi lama, agar warga segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, bisa ke tempat famili atau di tempat perangkat desa. Kalau terjadi hujan angin, jangan berlindung di bawah pohon atau di dekat baliho,"katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help