532 Mahasiswa Undip KKN di Jepara

Sebanyak 532 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan KKN di Kabupaten Jepara

532 Mahasiswa Undip KKN di Jepara
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Sebanyak 532 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan kuliah kerja  nyata (KKN) di Kabupaten Jepara mulai 4 Januari hingga 15 Februari 2018. Mereka akan ditempatkan di empat kecamatan yakni Tahunan, Batealit, Monggo, dan Jepara.

Asisten I Bidang Pemerintahan Ahmad Junaidi saat penerimaan Mahasiswa KKN Undip  di Pendapa Kabupaten, Kamis (4/1/2018) berharap kepada para mahasiswa dapat melakukan proses transfer pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki kepada masyarakat.

“Hal ini saya pandang sebagai sebagai bentuk dukungan nyata mahasiwa kepada pemerintah dalam percepatan pengentasan kemiskinan,” katanya.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan atau mengurangi jumlah penduduk miskin bukanlah semata-mata menjadi urusan dan tanggung jawab pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk para mahasiswa.

Oleh karena itu, Pihaknya sangat merespon positif dan mengapresiasi dengan keberadaan mahasiswa Unip yang melaksanakan program KKN di Kabupaten Jepara. Karena dapat menjadi pendorong tumbuh kembang perekonomian desa, serta segala potensi baik kesehatan, pendidikan dan lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Sehingga muaranya akan membawa kesejahteraan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Pembelajaran dan Kerjasama Akademik Undip Sutedjo Kuwat Widodo mengatakan, hubungan antara Undip dengan Jepara berbeda dengan daerah lain. Undip dengan Jepara mempunyai jalinan hubungan baik sejak lama.

“Hubungan itu sangat-sangat khusus, karena beberapa tempat ada Mlonggo, Pantai Kartini, dan Telukawur. Sehingga boleh dikatakan hubungan antara Undip dengan Jepara ini lain dengan kabupaten lain. Hubungan yang sangat istimewa yang sudah berlangsung lama,” ungkap Sutedjo.

Ia berpesan kepada mahasiswanya agar bisa beradaptasi dengan baik. Sehingga dengan demikian harapan kami, para mahasiswa sudah bisa menyatu. Salah satunya nanti bisa menyatu dengan masyarakat melaksanakan salah satu kegaitan yakni KKN,” tuturnya.

Selain sosial kemasyarakatan, nantinya para mahasiswa KKN akan melakukan beberapa kegaitan diantaranya, program multidisipliner yaitu pembuatan profil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam bentuk booklet dan video, serta program monodisipliner yakni program yang sesuai kompetensi keilmuan mahasiswa.

“Bahkan nanti masing-masing kecamatan dan desa akan mendapatkan bantuan berupa dana stimulan. Artinya kegaitan itu yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat, bermakna, bagi masyarakat. Kecuali kegaitan-kegaitan ceramah, pelatihan dan lain sebagainya,” ujarnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved