Begini Cara Melindungi Sejak Dini Anak Anda dari Pelecehan Seksual

Dampak perbuatan tercela tersebut terhadap anak-anak, dapat merusak psikologi dan tumbuh kembangnya di masa depan.

Begini Cara Melindungi Sejak Dini Anak Anda dari Pelecehan Seksual
Shutterstock/kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat ada 116 kasus pelecehan terhadap anak yang dilakukan oleh keluarga terdekat, kerabat, dan juga teman bermain, per tanggal 27 September 2017.

Sebagian besar kasus pelecehan seksual terjadi pada Balita dan anak-anak usia SD.

Dampak perbuatan tercela tersebut terhadap anak-anak, dapat merusak psikologi dan tumbuh kembangnya di masa depan.

Baca: ASTAGA! Saat Digerebek, Pria dan Wanita Ini Tengah Berhubungan Intim dan ada Balita di Sebelahnya

Sosiolog Ihda Ayu Maratussolihah, S Pd, lulusan Pendidikan Sosiologi Antropologi, 2013 Universitas Negeri Semarang (Unnes) menuturkan pemberian informasi tentang permasalahan kekerasan seksual sejak anak berusia dua tahun, dapat mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak.

Sosiolog Ihda Ayu Maratussolihah saat ditemui Tribunjateng.com di kediamannya, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/1/2017).
Sosiolog Ihda Ayu Maratussolihah saat ditemui Tribunjateng.com di kediamannya, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/1/2017). (TRIBUN JATENG/WILUJENG PUSPITA DEWI)

"Saat berusia 2 tahun, pendidikan seks pertama yang harus diberikan kepada buah hati adalah mengenai siapa saja yang boleh menyentuh bagian tubuhnya. Kita harus memberikan pemahaman kepada anak-anak, untuk bagian dada dan kelamin hanya boleh dipegang oleh dirinya, orangtua, dan dokter," tuturnya.

Rasa malu juga harus ditanamkan kepada si kecil. Si kecil tidak boleh pipis dan memperlihatkan kemaluannya kepada orang lain.

Selain pendidikan seks, lingkungan juga berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang si kecil.

"Lingkungan yang memiliki banyak konflik, memiliki pengaruh yang tidak baik bagi anak-anak. Lingkungan dengan banyak remaja nakal, perlu diwaspadai. Orangtua perlu membatasi teman main si kecil. Si kecil sebaiknya bermain dengan teman yang seusia saja," ungkapnya.

Tidak hanya itu, orangtua juga perlu menjauhkan si kecil dari pergaulan remaja nakal dengan cara mengajari si kecil untuk menghabiskan waktu dengan menekuni hobi, dan mengenalkannya pada lingkungan yang positif.

Terakhir, bangun komunikasi yang baik dengan anak. Ajari si kecil untuk mengingat dan menceritakan kembali setiap kejadian yang dialaminya pada hari tersebut.(*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help