Masih Ditemukan Restoran dan Industri Rumahan di Kota Tegal Gunakan Elpiji Bersubsidi

Peringatan keras ini ditujukan kepada pengusaha yang membangkang aturan karena terbukti masih menggunakan elpiji subsidi.

Masih Ditemukan Restoran dan Industri Rumahan di Kota Tegal Gunakan Elpiji Bersubsidi
TRIBUNJATENG/DOK
ILUSTRASI tabung elpiji 3 kg atau elpiji subsidi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Kota Tegal menegur secara tegas kepada pengusaha restoran dan industri rumahan Kota Tegal yang menggunakan elpiji tiga kilogram atau subsidi.

Peringatan keras ini ditujukan kepada pengusaha yang membangkang aturan karena terbukti masih menggunakan elpiji subsidi.

"Kami telah melakukan sidak dan masih ada restoran dan industri rumahan yang menggunakan elpiji subsidi. Mereka mendapatkan teguran keras," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag UKM Kota Tegal, Wineksi Dwi Prabandani, yang juga perwakilan Tim Monitoring Elipiji 3 Kilogram Kota Tegal, Kamis (4/1/2018).

Tim Monitoring terdiri dari Disperinda UKM, Pertamina, Polres Tegal Kota, dan Hiswana Migas.

Sesuai ketentuan perizinan restoran atau rumah makan dilarang menggunakan elpiji bersubsidi karena tidak sesuai peruntukan.

Begitu juga dengan halnya industri rumahan yang memiliki omset lebih dari Rp 800 ribu perhari, harus memakai elpiji nonsubsidi.

"Sidak ke restoran dan pelaku industri rumahan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penyimpangan atau penyalahgunaan elpiji bersubsidi," ujarnya.

Sebab, kata dia, target penggunaan elpiji bersubsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Sementara, Sales Executive LPG Rayon III Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng- DIY, Deny Hamdani, menuturkan pihaknya terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang tidak layak menggunakan elpiji subsidi.

"Kami, Tim Monitoring Elpiji 3 Kg bertanggung jawab mengerahkan pengusaha restoran atau rumah makan serta industri rumahan yang tidak berhak menggunakan elpiji subsidi untuk beralih ke nonsubsidi," tegas Deny.

Tim akan terus menyisir dan melakukan sidak ke semua restoran atau rumah makan dan industri rumahan di Kota Tegal.

Menurutnya, elpiji subsidi harus tepat sasaran untuk masyarakat miskin.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Agustinus David yang turut dalam tim mengatakan ada peringatan tegas untuk pihak yang melanggar atau masih menggunakan elpiji nonsubsidi padahal sudah tidak berhak lagi sesuai aturan.

"Pertama kami peringatkan dengan tegas. Namun, jika masih melanggar, akan kami cabut izinnya," tandasnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help