Bayi Terlahir Hampir Buta, Inilah Berbagai Risiko Malnutrisi pada Ibu Hamil dan Janin

Malnutrisi pada ibu hamil akan menimbulkan dampak buruk pada janin yang sedang berkembang.

Bayi Terlahir Hampir Buta, Inilah Berbagai Risiko Malnutrisi pada Ibu Hamil dan Janin
NETMUMS
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM - Pada 2016 silam, seorang bayi terlahir dengan mata berwarna putih utuh di Dusun Batumadeg, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali.

Dokter yang menangani kasus tersebut menuturkan bahwa mata bayi ini harus segera ditangani untuk mencegah kebutaan.

Sang ibunda yang berumur 22 tahun mengaku sejak hamil tidak mengonsumsi makanan bergizi yang baik.

Apakah hal itu merupakan penyebabnya?

Bidan Rumah Sakit Hermina Banyumanik, Semarang, Daryati (33) menuturkan bahwa saat mengandung, kebutuhan gizi ibu hamil meningkat karena janin pun harus mendapatkan gizi yang cukup.

"Gizi yang cukup bukan berarti jumlah makannya yang ditambah melainkan jumlah gizinya juga harus ditambah," tutur Daryati kepada Tribunjateng.com, Kamis (4/1/2018).

Daryati
Daryati (TRIBUN JATENG/WILUJENG DEWI PUSPITASARI)

Mengenai bayi terlahir cacat atau buta, Bidan Daryati menyatakan malnutrisi pada ibu hamil akan menimbulkan dampak buruk pada janin yang sedang berkembang.

Termasuk lambatnya pertumbuhan janin dan berat badan lebih rendah.

"Sebagian besar bayi yang kekurangan gizi atau malnutrisi ditandai berat badan yang rendah. Selain itu, ada risiko lain yaitu gangguan sistem saraf," tuturnya.

Gangguan sistem saraf seperti pencernaan, peredaran darah dan kerusakan otak memang bisa disebabkan oleh faktor lain.

Namun, Daryati menambahkan kekurangan gizi meningkatkan risiko bayi terlahir cacat akibat pembentukan organ yang tidak sempurna. (*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help