Gebyar PKL di Kudus, Pedagang Selalu Siap Ditata Supaya Tidak Memacetkan Jalan

PKL selalu identik dengan kemacetan dan kesemrawutan dan menjadi bulan-bulanan Satpol PP.

Gebyar PKL di Kudus, Pedagang Selalu Siap Ditata Supaya Tidak Memacetkan Jalan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Ribuan warga memadati sekitar GOR Bung Karno yang digelar Gebyar PKL, Jumat (5/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ribuan warga menyemut di sekitaran GOR Bung Karno Kudus, Jumat (5/1/2018).

Masing-masing dari mereka ada yang sibuk berbelanja di stan yang telah tersedia, adapula yang terpana akan penampilan seni barongsai.

Tepat, hari itu merupakan hari jadi pedagang kaki lima (PKL). Ini merupakan kali kelima diperingati dengan dasar surat keputusan bupati.

Sedikitnya ada 56 stan yang ada di sekitaran GOR menjadi tempat para PKL menjajakan barang dagangannya. Mereka merupakan perwakilan dari 40 payuguban PKL yang ada di Kudus.

Satu di antara PKL yang ikut serta yakni Prima Saqina. Perempuan asal Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu itu menjajakan kopi rempah di salah satu stan yang tersedia.

Ini merupakan kali ketiga dia ikut serta dalam hajat tahunan PKL di Kabupaten Kudus.

Perempuan yang tergabung dalam Paguyuban PKL Car Free Day ini menyambut baik upaya Pemkab Kudus yang mencoba memberi ruang untuk mengais rezeki bagi para PKL.

Pasalnya jika dibandingkan dengan daerah lain di Kudus nasib mereka jauh lebih beruntung.

“Ini kesempatan khusus bagi kami sebagai PKL untuk mempromosikan produk yang kami jual,” ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help