Rumah Makan dan Industri Kok Gunakan Elpiji Melon, Inilah Yang Dilakukan Pertamina

Tim gabungan telah mengunjungi enam lokasi dan menemukan sebuah rumah Makan dan dua Industri yang masih menggunakan elpiji 3 Kg.

Rumah Makan dan Industri Kok Gunakan Elpiji Melon, Inilah Yang Dilakukan Pertamina
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
PENCURIAN - Firmansyah tersangka kasus pencurian tabung gas melon (kiri) saat diinterogasi petugas Polsek Brebes. Barang bukti berupa tabung gas melon disita polisi. FOTO barang bukti tabung gas melon 

TRIBUNJATENG.COM,  SEMARANG  - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Region Jawa Tengah dan DI Yogyakarta melakukan sidak di rumah makan dan industri di Kota Semarang, Rabu (3/1) kemarin.

Dalam sidak itu, Tim Satgas Gabungan bersama Pemkot Semarang, Polrestabes Semarang dan Hiswana DPC Semarang tersebut menemukan masih ada yang menggunakan elpiji 3 kg alias elpiji melon.

Pjs. Unit Manager Communication & CSR MOR IV PT. Pertamina (Persero) Muslim Dharmawan menjelaskan, tim gabungan telah mengunjungi enam lokasi dan menemukan sebuah rumah Makan dan dua Industri yang masih menggunakan elpiji 3 Kg.

Rumah makan yang masih menggunakan adalah Rumah Makan 'Sampurna' di Jalan Raya Mangkang yang kedapatan menggunakan 13 tabung elpiji 3 kg untuk memasak di dapurnya.

Kemudian, Pabrik Krupuk Rambak “Ali” di Jalan Srikuncoro Kalibanteng Semarang, menggunakan elpiji 3 kg sebanyak 37 tabung untuk menggoreng kerupuk rambak. Dan terakhir, Pabrik Kerupuk Sami, di Daerah Gajah Semarang yang menggunakan 19 tabung elpiji 3 kg untuk menggoreng kerupuk.

"Kami berterimakasih kepada Rumah Makan dan Industri yang telah sadar menggunakan elpiji non subsidi, di antaranya rumah makan Ayam Goreng Mbok Berek, Mangkang Raya, dan Pabrik Kerupuk Mintoyo yang telah menggunakan elpiji nonsubsidi 12 kg dan 50 kg saat kunjungan Satgas kemarin," ujar Muslim, Rabu (3/1).

SE LPG Pertamina Rayon I Wilayah Semarang, Bima Kusuma Aji, menambahkan, kegiatan itu bertujuan untuk menertibkan penyaluran elpiji tepat sasaran. Selain itu, ucapnya, sekaligus juga untuk memberi efek jera kepada golongan masyarakat dan pengusaha yang tidak berhak menggunakan LPG Subisdi.

Sementara itu, Kasubnit II Unit II Satintelkam Polrestabes Semarang, Iptu Priatino Utomo menambahkan, kegiatan itu akan rutin dilaksanakan dua kali sebulan. Senada, tujuan sidak tersebut adalah untuk memastikan elpiji 3 kg digunakan tepat sasaran. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help