6 Tari Tradisional Bikin Turis Kapal Pesiar Berhenti Berjalan

"Look, its great,(lihat, itu bagus)," kata seorang penumpang asal Belanda, Bob, yang langsung mengeluarkan kameranya

6 Tari Tradisional Bikin Turis Kapal Pesiar Berhenti Berjalan
Tribun Jateng/Bakti Buwono
Para turis dari kapal pesiar Volendam berbedera Belanda melihat tari tradisional di depan pintu terminal penumpang internasional, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lenggak lenggok penari di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Semarang Utara,Kota Semarang, Jawa Tengah, mampu menyita perhatian penumpang kapal cruise Volendam Rotterdam, Sabtu (6/1/2018).

Sejumlah wisatawan dari mancanegara menyempatkan diri berhenti berjalan untuk sekadar memotret penari tradisional dari sanggar Greget Kota Semarang Tersebut.

"Look, its great,(lihat, itu bagus)," kata seorang penumpang asal Belanda, Bob, yang langsung mengeluarkan kameranya.

Beberapa memilih mendekat untuk mendengarkan gamelan dan merekam di gawai masing-masing.

Para wisatawan tersebut adalah penumpang kapal pesiar pertama tahun ini.

Pengasuh Sanggar Greget, Yoyok B Priambodo menyiapkan lebih dari lima tarian untuk menyambut tamu asing tersebut.

"Saya menyiapkan tarian Sekar Rinonce, Semarang Indah, Bambangan Cakil, Simpanglima Ria, Gambyong Mari Kangen, hingga Tayuban," katanya pada tribunjateng.com.

Untuk menyambut wisman itu, ia membawa 10 penari dan delapan wiyaga (penabuh gamelan) termasuk sinden.

Salah satu tari tradisional andalannya adalah Bambangan Cakil yang bercerita tentang perang antara kebaikan dan kejelekan.

Halaman
12
Penulis: bakti buwono budiasto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help