Begini Tips Mengatasi Anak yang Berbicara Tak Patut Menurut Seorang Komika

Anak berkata kasar dan kotor, bukan semata-mata ia sedang memaki, melainkan hanya ingin menirukan apa yang telah ia dengar.

Begini Tips Mengatasi Anak yang Berbicara Tak Patut Menurut Seorang Komika
ISTIMEWA
Wira Negara, jebolan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI 5), saat ditemui Tribunjateng.com pafa Minggu (7/1/2018), di ruang fitnes, Gedung Telkom, Jalan Pahlawan Nomor 10, Semarang, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Salah satu kebiasaan anak kecil yang perlu diwaspadai adalah suka meniru perkataan orang lain.

Anak berkata kasar dan kotor, bukan semata-mata ia sedang memaki, melainkan hanya ingin menirukan apa yang telah ia dengar.

Untuk menghadapi masalah tersebut, kerap sekali para orangtua akan memarahi si kecil dan menyuruhnya untuk tidak mengucapkannya kembali.

Orangtua lebih memilih diam tanpa memberitahu letak kesalahan si kecil. 

Berbeda dengan Wira Nagara (25), komika jebolan dari Stand Up Comedy Indonesia (SUCI 5) Kompas TV ini mengaku bahwa semasa kecil, ibunya tak pernah memarahinya saat ia berkata jorok ataupun kasar. 

"Saya pernah dipanggil kulup (kulit penis sebelum disunat).  Saya juga sering diajari kata kata kasar oleh remaja-remaja sekitar saat tinggal di Batam. Tapi ketika saya pulang dan kembali melontarkan kata-kata tersebut, ibu saya tidak marah. Beliau tau bahwa saya baru saja mendapatkan kosa kata baru," tutur Wira saat ekslusif ditemui Tribunjateng.compada Minggu (7/1/2018) di Ruang Fitnes, Gedung Telkom, Semarang, Jawa Tengah.

Baca: Persatuan Artis Film Indonesia Gelar Lomba Baca Puisi dan Akting. Catat Waktu dan Tempatnya

Ketika seorang anak mendapat kosa kata baru, tugas orangtua adalah menjelaskan artinya,  dan memberitahu kesalahan yang telah dilakukan anak apabila mengucapkan kata-kata tersebut.

Sehingga anak akan paham alasan ia tidak boleh berkata kasar dan kotor. 

"Ibu saya selalu menjelaskan semua kosa kata baru, yang saya dapatkan di luar rumah. Ibu saya tidak akan marah.  Nah tetapi beliau akan marah saat saya sudah diberi tahu artinya, tapi besoknya kembali mengucapkannya," tutupnya.

Bagi Wira, teguran perlu diberikan saat anak melakukan hal yang ia sendiri tau bahwa hal tersebut tidak baik jika dilakukan. (*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help