Pilgub Jateng

BUBAR Koalisi Poros Tengah begitu PDIP Usung Ganjar - Gus Yasin

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono mengungkapkan, adanya pengumuman bahwa PPP merapat ke Ganjar Pranowo

BUBAR Koalisi Poros Tengah begitu PDIP Usung Ganjar - Gus Yasin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ganjar Pranowo saat acara pengumuman bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1/2018). PDI Perjuangan secara resmi mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen sebagai bacagub-cawagub Jawa Tengah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah adanya pengumuman bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, adanya poros tengah buyar. Konsentrasi koalisi Golkar, PPP, dan Demokrat kemungkinan bubar.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono mengungkapkan, adanya pengumuman bahwa PPP merapat ke Ganjar Pranowo dengan kadernya Taj Yasin atau Gus Yasin, maka jumlah kursi untuk poros tegah berkurang.

Baca: Megawati Blak-blakan Kenapa Pilih Putera KH Maimun Zubair Dampingi Ganjar Pranowo

Baca: Romahurmuziy Sebut Kyai Maimoen Zubair Memberikan Nama Ini sebagai Cawagub Gubernur Jateng

Kursi poros tengah hanya 19 kursi, nggak cukup untuk mengusung paslon. Ini mengubah peta politik yang sebelumnya sudah terbentuk.

Gus Yasin Maimun putra KH Maemun Zubair
KH Taj Yasin adalah anggota DPRD Jawa Tengah yang juga wakil ketua GP Ansor Jateng, yang kini diusung PDIP mendamping Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng
Gus Yasin Maimun putra KH Maemun Zubair KH Taj Yasin adalah anggota DPRD Jawa Tengah yang juga wakil ketua GP Ansor Jateng, yang kini diusung PDIP mendamping Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng (youtube)

"Nasib poros tengah sudah otomatis bubar, karena PPP sudah lari lebih dulu. Maka mau nggak mau kita harus hormati, karena itu langkah politik. Tapi saya kira politik biasa, kita hormati," kata Iqbal Wibisono, Minggu (7/1/2018).

Namun demikian, saat ini DPD Jateng masih menunggu keputusan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartanto mengenai sikap politik berikutnya.

Apakah bergabung dengan Ganjar Pranowo, ataukah ke Sudirman Said, atau pula tetap membuat poros tengah bersama partai sisa yakni Demokrat dan PKB.

"Sekarang nggak tahu, apakah Golkar, Demokrat, PKB ataukah nanti ada arahan Ketum bahwa kita ke Ganjar," katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, jika melihat pola konfigurasi politik di tingkat nasional, Golkar adalah partai pendukung pemerintah yakni PDI Perjuangan. Sehingga, ada kemungkinan untuk mengarah mendukung Ganjar-Yasin.

"Tapi kita masih menunggu Ketua Umum. Kemungkinan arahnya ke sana (bergabung ke PDIP,red), hanya secara pasti belum ada arahan dari Ketua Umum secara jelas. Apakah ke sini, masih kita tunggu," katanya.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono? ?menjelaskan, alasan dari DPP mengusung kader wanita tersebut karena termasuk tokoh muda Golkar yang Radikal yaitu rajin, terdidik dan banyak akal
Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono

Sedangkan jika melihat pasangan Ganjar Pranowo dengan Taj Yasin, pihaknya menilai pasangan ini sangat ideal. Pasalnya, Ganjar mewakili nasionalis sementara Yasin mewakili religius.

"Dan itu saya kira pasangan ideal untuk Ganjar-Yasin, satu nasionalis dan satunya religius, satunya dari Jateng tengah dan selatan dan satunya dari timur," kata Iqbal. (*)

Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help