TribunJateng/
Home »

Jawa

KRONOLOGI Pria Bawa Dua Bom Molotov Panjat Pagar Gedung Grahadi

Tersangka Gatot saat datang ke gedung Grahadi naik sepeda angin. Di keranjang sepeda angin terdapat empat ekor burung dara mati.

KRONOLOGI Pria Bawa Dua Bom Molotov Panjat Pagar Gedung Grahadi
HANDOVER
Dua orang terkena sepihan, kapolsek kena serpihan di bagian lengan, sementara Brig Yudirsan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara. 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Gedung Negara Grahadi Surabaya nyaris menjadi sasaran bom molotov, Sabtu (6/1) siang. Gedung itu berhasil diselamatkan setelah petugas keamanan gedung melumpuhkan seorang pria yang bertingkah aneh.

Pria tersebut, Gatot Sugeng (47) kedapatan membawa dua bom molotov yang akan dilempar ke Gedung Negara Grahadi kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Warga Jalan Gunungsari, Surabaya itupun langsung diringkus anggota Polsek Genteng hingga terjadi baku hantam.

Tersangka ditangkap saat berupaya memasuki halaman Gedung Negara Grahadi dengan cara memanjat pagar. "Gerak-geriknya terpantau petugas yang jaga di Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 11.00, dan langsung diamankan," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setyawan.

Petugas jaga saat itu berusaha menegur Gatot karena melihat dia membawa korek gas serta botol berisi cairan di tangannya.

Tetapi, botol berisi cairan itu dilempar ke petugas yang menegur. "Petugas kami terluka karena botol yang dilempar tersangka itu pecah dan mengenai pipinya," jelasnya.

Melihat kejadian seperti itu, petugas lain yang berjaga di Gedung Negara Grahadi melakukan upaya paksa penangkapan sehingga tersangka Gatot terluka.

Tersangka Gatot yang mengalami luka dirawat di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Sementara dua petugas yang juga terluka juga dalam perawatan.

Kapolrestabes memastikan cairan di botol yang dibawa Gatot adalah bensin. "Seluruhnya ada dua botol berisi bensin, lengkap dengan sumbunya," jelasnya.

Menurut dia, satu botol telah pecah setelah dilempar ke seorang petugas. Sedangkan satu botol masih utuh berisi bensin lengkap dengan sumbunya dan korek gas kini telah diamankan di Polrestabes Surabaya.

Tersangka Gatot saat datang ke gedung Grahadi naik sepeda angin. Di keranjang sepeda angin milik tersangka terdapat empat ekor burung dara yang mati. "Kami belum tahu korelasinya dengan molotov yang dibawanya," ujar Kombes Rudi.

Untuk memastikan kondisi kesehatan dan kejiwaan tersangka, penyidik telah meminta keterangan dari keluarga pelaku. "Adik tersangka bilang kakaknya mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di RSAL Surabaya," papar Rudi.

Masih dari adik tersangka, Gatot sering membawa botol berisi bensin ke masjid dekat rumahnya. "Katanya ada bisikan yang menyuruh dia membawa botol berisi bensin," lanjut Rudi.
Untuk memastikan keterangan itu, penyidik akan memeriksa tersangka ke dokter kejiwaan di RS Bhayangkara Surabaya.

"Kami belum mengetahui motif apa yang melatarbelakangi tersangka melakukan tindakan itu. Kami juga akan memeriksa rumah tersangka," ujar Rudi. (tribunjateng/cetak/surya.co.id)

Editor: iswidodo
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help