Meninggal Dunia, Nasabah Pegadaian Tak Perlu Lunasi Pinajamannya

Pegadaian Karangturi Semarang memberikan pelunasan kepada tiga nasabahnya yang tidak sanggup mengembalikan pinjaman

Meninggal Dunia, Nasabah Pegadaian Tak Perlu Lunasi Pinajamannya
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Deputi Bisnis Pegadaian Area Semarang, ?Mochamad Choyim, Pimpinan Cabang Pegadaian Karangturi Semarang, Dul Trisno? , menyerahkan santunan dan pelunasan pinjaman kepada ahli waris nasabah pegadaian, di Pegadaian Karangturi Semarang, Sabtu (6/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di awal tahun 2018, Pegadaian Karangturi Semarang memberikan pelunasan kepada tiga nasabahnya yang tidak sanggup mengembalikan pinjaman.

Pimpinan Cabang Pegadaian Karangturi Semarang, Dul Trisno‎ mengatakan, tiga nasabah yang dibebaskan pinjaman tersebut karena telah meninggal dunia.

"Tidak hanya membebaskan pinjaman, kami juga memberikan uang duka yang besarnya 50 persen dari nilai pinjaman atau maksimal sampai dengan Rp 2,5 juta," ujar dia, saat penyerahan kepada nasabah, Sabtu (6/1/2018).

Dia menjelaskan, hal tersebut merupakan manfaat tambahan dari produk‎ Kredit Cepat Aman (KCA) yang bekerjasama dengan asuransi Jasa Raharja Putra.

Hanya dengan membayar asuransi yang nilainya Rp 100 sampai Rp 1.500 nasabah sudah bisa mendapatkan nilai pertanggungan ‎hingga Rp 100 juta.

"Nasabah juga tidak akan merasa membayar, karena kami sudah potong otomatis dalam biaya administrasi," kata dia.

Program yang sudah berjalan sejak bulan Mei 2017 itu, dinilai efektif untuk memberikan manfaat dan kenyamanan bagi nasabah pegadaian.

‎"Sepanjang 2017, sudah ada 10 nasabah yang mendapatkan manfaat ini. Dan di awal tahun 2018 ada tiga penerima," jelas dia.

‎Tiga nasabah yang meninggal dunia itu di antaranya yakni Wahyu Asih Kurnianto (41), Surati (59), dan Hesty Satyaningrum.

Ahli waris dari Wahyu Asih Kurnianto, yang berstatus sebagai istri sahnya datang menerima uang duka dan pelunasan terhadap pinjaman sebesar Rp 6 juta.

"Perasaannya sedih ditinggal suami, meskipun dapat bantuan ini sebenarnya saya ingin bisa nyicil saja," ujar Sugiyati (40), warga Cinde Barat, Kota Semarang.

Deputi Bisnis Pegadaian Area Semarang, ‎Mochamad Choyim‎ mengatakan, asuransi yang diberikan tidak hanya dirasakan untuk nasabah saja.

Bahkan nasabah yang masih memiliki anak, juga mendapatkan santunan pendidikan sebesar Rp 500 ribu per anaknya.

"Saat ada anggota keluarga nasabah, baik itu suami atau istri dan anak yang meninggal dunia, akan mendapatkan santunan kematian keluarga sebesar Rp 500 ribu," kata dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help