Banyak Kasus Kematian Ibu dan Bayi saat Proses Melahirkan, Ternyata Disebabkan Faktor Ini

Ida berharap setidaknya angka kematian Ibu bisa ditekan hingga hanya empat kasus dan angka jematian bayi menjadi 26 kasus.

Banyak Kasus Kematian Ibu dan Bayi saat Proses Melahirkan, Ternyata Disebabkan Faktor Ini
liberationnews.org
Ilustrasi ibu hamil. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Tahun 2018 diharapkan menjadi tahun yang lebih baik baik keselamatan ibu dan bayi di Kota Salatiga.

Dinas Kesehatan Kota (DKK) setempat membidik kenaikan angka keselamatan ibu dan bayi yang masuk prioritas.

Kepala DKK Salatiga Siti Zuraidah mengatakan, di tahun 2016 terdapat sekitar 3.172 ibu hamil yang menjadi sasaran prioritas itu.

"Sedangkan untuk bayi yang menjadi sasaran sebanyak 2.547 jiwa," kata Zuraidah, Senin (8/1/2017).

Sementara di tahun 2017 kemarin, jumlah sasaran ibu hamil mencapai 2.824 jiwa serta 2.578 jiwa untuk bayi.

"Berdasarkan hasil pantauan dan pengawasan kami selama ini, rata-rata ada sekitar 20 persen ibu hamil dari jumlah sasaran program yang memiliki risiko tinggi dalam kehamilan," terang Ida.

Baca: Baru Beberapa Hari Menikah, Pengantin Pria Harus Mendekam di Penjara Karena Dilaporkan Mertua

Di tahun 2016 sendiri terjadi empat kasus kematian ibu, yakni dua kasus pada masa kehamilan dan dua pada masa nifas.

"Untuk tahun 2017 lalu terdapat enam kematian ibu. Rinciannya, satu kasus pada masa bersalin dan lima pada masa nifas. Lalu kematian bayi ada 30 kasus," sambungnya.

Ida menambahkan, penyebab kematian ibu hamil itu dikarenakan yang bersangkutan memiliki riwayat darah tinggi atau mengalami preeklamsia yang cukup berat.

"Maka dari itu, upaya menekan angka kematian ibu dan bayi ini terus kami usahakan termasuk tahun ini agar bisa berkurang," jelasnya.

Di tahun 2018, Ida berharap setidaknya angka kematian Ibu bisa ditekan hingga hanya empat kasus dan angka jematian bayi menjadi 26 kasus.

"Prioritas sasaran untuk tahun 2018 masih belum riil karena sasaran biasanya ditentukan melalui rapat lintas program antara seksi Imunisasi dan kesehatan KIA. Namun kalau pakai asumsi riil ibu hamil tahun 2017, maka ada 2.928 orang," jelasnya.(*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help