Karang Taruna Kreatif, Sampah Digarap Jadi Bunga Meja Kursi Dan Aksesoris

Karang Taruna Kreatif, Sampah Digarap Jadi Bunga Meja Kursi Dan Aksesoris. Kini banjir pesanan dari berbagai daerah

Karang Taruna Kreatif, Sampah Digarap Jadi Bunga Meja Kursi Dan Aksesoris
tribunjateng/khoirul muzaki
TUNJUKKAN PRODUK - Pemuda Karang Taruna Pelita Mas, Desa Gentansari, Pagedongan, Banjarnegara, menunjukkan produk kerajinan dari bahan limbah, Sabtu (6/1). 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Bagi sebagian orang, sampah masih dianggap biang masalah. Tetapi bagi para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Pelita Mas, limbah terbuang bisa ditukar menjadi uang usai diolah.

Sekitar setahun lalu, Dusun Mendingin, Desa Gentansari, Pagedongan, Banjarnegara masih dihadapkan pada problem pencemaran lingkungan karena sampah rumah tangga yang menumpuk setiap hari.

Sekitar 30 pemuda desa yang memiliki keprihatinan serupa kemudian merapat untuk mendiskusikan masalah itu. Mereka mulai berlatih mengolah limbah menjadi barang bernilai didampingi Yayasan Rumah Kreatif Banjarnegara.

TUNJUKKAN PRODUK - Pemuda Karang Taruna Pelita Mas, Desa Gentansari, Pagedongan, Banjarnegara, menunjukkan produk kerajinan dari bahan limbah, Sabtu (6/1).
TUNJUKKAN PRODUK - Pemuda Karang Taruna Pelita Mas, Desa Gentansari, Pagedongan, Banjarnegara, menunjukkan produk kerajinan dari bahan limbah, Sabtu (6/1). (tribunjateng/khoirul muzaki)

Berbekal keterampilan itu, para pemuda itupun mulai berinovasi. hanya saja, mengubah kebiasaan warga membuang sampah ternyata tak mudah. Mereka memancingnya dengan membentuk bank sampah. Fungsinya untuk menghimpun sampah dari masyarakat sebagai bahan baku kerajinan.

"Awalnya sempat ragu nanti laku gak produknya. Tetapi karena tujuannya juga untuk memperbaiki lingkungan, jadi kami optimistis," kata Arif Abdullah, pengrajin limbah sekaligus penasihat Karang Taruna Pelita Mas, Desa Gentansari, Pagedongan, Banjarnegara, Sabtu (6/1).

Melalui bank sampah, mereka lebih mudah mengedukasi masyarakat, terutama ibu rumah tangga untuk menabung sampah. Saban seminggu atau dua minggu sekali, mereka rutin menyetor sampah kepada pemuda karang taruna.

Limbah plastik bening dihargai Rp 800/Kg oleh kelompok itu. Untuk plastik kresek warna dihargai Rp 300/Kg. Botol minuman dinilai Rp 1.500/Kg, dengan tutup dijual terpisah. Rata-rata setiap rumah tangga bisa kumpulkan 5 Kg limbah dalam seminggu.

Sejak berdirinya bank sampah, Arif menuturkan, tidak ada lagi sampah yang terbuang. Warga memilih mengumpulkanya untuk ditukar dengan lembaran rupiah ketimbang menyiakannya.
"Sekarang kampung kami sudah bersih dari sampah, terutama sampah plastik. Semua termanfaatkan," jelasnya.

Kompak

Para pemuda itupun membuat rumah produksi untuk mengolah sampah yang dikumpulkan dari masyarakat. Mereka kompak mengerjakannya di waktu senggang, di sela kesibukannya bekerja atau sekolah.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help