FOCUS

Last Minute yang Mendebarkan

Minggu (7/1/2018) menjadi hari yang 'mendebarkan' bagi dunia perpolitikan di Jawa Tengah. Tiba saatnya PDIP mengumumkan bakal Cagub

Last Minute yang Mendebarkan
tribunjateng/bram
Muslimah wartawan tribunjateng.com 

TRIBUNJATENG.COM - Minggu (7/1/2018) menjadi hari yang 'mendebarkan' bagi dunia perpolitikan di Jawa Tengah. Tiba saatnya PDIP mengumumkan bakal Cagub dan Cawagub dalam Pilgub 2018.

Semula partai tersebut 'menjanjikan' akan mengumumkan calonnya 4 Januari lalu, namun ditunda hingga last minute menjelang tahapan pendaftaran calon yang sesuai jadwal KPU akan dimulai hari ini hingga 10 Januari 2018.

Pengumuman calon dari PDIP sangat ditunggu-tunggu mengingat selama berbulan-bulan masyarakat hanya bisa menebak siapa jago partai berlambang kepala banteng.

Sementara PDIP memiliki basis massa yang besar di Jateng. Pada dua Pilgub sebelumnya, mereka bahkan cukup percaya diri mengusung calonnya tanpa koalisi dengan partai lain yakni Bibit waluyo-Rustriningsih dan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerahkan surat rekomendasi kepada Bacagub Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) saat acara pengumuman bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1/2018).
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerahkan surat rekomendasi kepada Bacagub Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) saat acara pengumuman bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1/2018). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Di Lenteng Agung, Jakarta, Bu Megawati akhirnya mengumunkan Ganjar Pranowo sebagai bakal Cagub Jateng. Ia dipasangkan dengan Taj Yasin atau yang biasa disapa Gus Yasin, putra KH Maimun Zubair, tokoh sepuh dan ulama kharismatik NU, sebagai bakal Cawagub.

Jika Ganjar berstatus petahana, Gus Yasin merupakan anggota DPRD Jateng dari Fraksi PPP dan Ketua DPC PPP Kabupaten Jepara.

Bersatunya PDIP dengan PPP secara otomatis membuat koalisi Poros Tengah bubar, seperti dikatakan Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono.

Sebelumnya, Poros Tengah yang terdiri atas Golkar, PPP dan Demokrat memunculkan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai bakal Cagub.

Nama Gatot sempat membuat 'suasana' Pilgub Jateng yang semula sepi menjadi hangat. Di situs Tribunjateng.com, misalnya, pembahasan mengenai kemungkinan Gatot meramaikan Pilgub menjadi salah satu topik yang paling dicari pembaca.

Setelah PDIP memunculkan Ganjar-Yasin, besar kemungkinan Pilgub Jateng hanya akan diikuti dua pasang calon. Ganjar-Yasin akan head to head dengan Sudirman Said yang jauh-jauh hari sudah diberi mandat oleh Gerindra dan didukung PAN serta PKS. Tinggal partai yang lain melakukan hitung-hitungan dengan siapa mereka bergabung.

Setelah itu, semua diserahkan pada para calon Cagub-Cawagub beserta tim suksesnya untuk mengambil hati masyarakat Jateng. Beradu program terbaik agar bisa menjadi 'orang nomor satu' di provinsi ini.

Sesuai jadwal KPU, para calon nantinya memiliki waktu yang cukup panjang untuk kampanye mulai 15 Februari sampai 23 Juni 2018. Kita berharap Jateng selalu kondusif tanpa dibumbui kampanye hitam yang menyesatkan, sehingga nantinya terpilih pemimpin terbaik yang 'bersih', berwibawa dan berkomitmen penuh memajukan daerah ini. (Tribunjateng/Muslimah)

Penulis: muslimah
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help