Lima Proyek Pemkot Semarang pada 2017 Tidak Selesai Tepat Waktu

Serapan tersebut terpakai untuk realisasi kegiatan atau proyek yang jumlahnya mencapai 3.323 pekerjaan.

Lima Proyek Pemkot Semarang pada 2017 Tidak Selesai Tepat Waktu
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Ilustrasi pekerjaan proyek 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, secara simbolis meresmikan seluruh proyek yang dikerjakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) selama 2017 di Taman Srigunting, Kota Lama Semarang, Senin (8/1/2018).

Ia menuturkan, dari seluruh anggaran Rp 4,2 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang di tahun 2017, telah terserap sampai 92 persen.

Serapan tersebut terpakai untuk realisasi kegiatan atau proyek yang jumlahnya mencapai 3.323 pekerjaan.

"Dari seluruh pekerjaan infrastruktur yang dilaksanakan di tahun 2017, terdapat 5 proyek yang tidak selesai tepat waktu," kata Hendi, sapaannya.

Ia membeberkan, proyek yang tidak selesai tersebut seperti di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang terdapat dua proyek yaitu pembangunan jalan raya.

Kemudian di Dinas Perdagangan terdapat dua proyek pembangunan pasar dari bantuan pemerintah pusat dan satu proyek pengerjaan taman di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim).

Meski tidak selesai tepat waktu, Pemkot Semarang masih memberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan memberikan waktu perpanjangan sesuai prosedur.

Sementara di 2018 ini, Hendi menambahkan, pihaknya ingin lebih menekankan pembangunan pada wajah kota dengan memperbanyak ruang terbuka hijau dan taman.

“Wajah kota harus dirubah dan harus ada percepatan pembangunan agar lebih hijau bagus rapi indah. Perlu ditambah lagi kawasan hijau dan tamannya,” paparnya.

Lebih lanjut Ia menyebutkan, untuk mendukung penataan wajah kota lama itu, Pemkot akan meminta bantuan dari pemerintah Pusat dan Provinsi, bahkan peran swasta dan masyarakat untuk ikut membantu rencana tersebut.

"Sehingga pembangunan Kota Semarang lebih baik dan lebih hebat. Saat ini Kota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah masih jauh dari kota-kota besar lain dalam segi penataan pusat kotanya," terangnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help