Saking Enaknya, Bondan Pernah Sambangi Ayam Bakar Khas Blora Ini

Apabila dari arah alun-alun Kabupaten Blora, ambillah ke arah Cepu sekitar 11 kilometer, atau 25 menit berkendara menggunakan roda empat.

Saking Enaknya, Bondan Pernah Sambangi Ayam Bakar Khas Blora Ini
faisal affan
Ayam Bakar Khas Blora 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang mempunyai slogan MUSTIKA (Maju, Unggul, Sehat, Tertib, Indah, Kontinyu, Aman) ini, ternyata tak hanya dikenal sebagai penghasil kayu jati dan sumur minyaknya saja. Tetapi juga ada beragam kuliner yang sudah menjadi tempat singgah para pecinta kuliner dari luar kota.

Satu di antaranya Ayam Bakar Mak Gogok, yang berada di Desa Genjahan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Apabila dari arah alun-alun Kabupaten Blora, ambillah ke arah Cepu sekitar 11 kilometer, atau 25 menit berkendara menggunakan roda empat.

Kemudian masuk gang yang berada di sebelah kanan jalan, yang bertuliskan Desa Genjahan, Kec. Jiken. Supaya lebih mudah, setelah masuk gang disarankan untuk bertanya kepada penduduk setempat. Sebab, warung Ayam Bakar Mak Gogok tidak mempunyai nomor rumah.

Kata Sarti, (penerus warung generasi ketiga) warung Ayam Bakar Mak Gogok juga membuka cabang yang tak jauh dari Alun-alun Blora. Tetapi, banyak pelanggannya yang lebih memilih datang ke tempat ini karena memiliki citarasa yang lebih khas.

"Mungkin karena di sini pusatnya, jadi rasa agak beda sedikit, padahal bumbunya sama. Cabang saya yang di sana kebetulan yang mengelola anak," tutur Sarti yang kerap dipanggil Mak Gogok ini.

Nama Mak Gogok sebenarnya diambil dari nama anak pertama neneknya, yang bernama Gogok Gemi. Karena sering dipanggil Gogok, akhirnya sang nenek menamai warungnya, Ayam Bakar Mak Gogok.

"Warung ini sudah ada dari 20 tahun yang lalu. Resep pertama kali yang membuat nenek, lalu diteruskan ke anak-anaknya termasuk saya," ucapnya kepada Tribun Jateng, belum lama ini.

Ayam bakar yang dijualnya, berupa ayam pejantan utuh yang dibelah menjadi dua lalu dibumbui dengan bumbu khusus. Sehingga, pelanggan yang membeli ayam bakar ini tetap mendapatkan bagian kepala, dan ceker (kaki ayam), kecuali ati ampela.

Sebelum dibumbui, ayam dibakar terlebih dahulu dalam kondisi setengah matang menggunakan bara arang. Kemudian, baru dibumbui dan dibakar lagi. Proses tersebut diulang hingga tiga kali, sampai mencapai kematangan tertentu.

Ayam Bakar Khas Blora
Ayam Bakar Khas Blora (faisal affan)

"Saya dari dulu sudah masak menggunakan arang dari kayu jati, yang banyak tumbuh di Blora. Sehingga, ada rasa yang khas ketika mencicipi ayam bakarnya," terang wanita paruh baya ini.

Dua bulan yang lalu, sebelum meninggal, Bondan Winarno pernah mencicipi ayam bakar di tempat ini. Yang Sarti ingat saat itu, Bondan hanya mau makan di ruang dapur sembari berbincang-bincang dengannya.

"Masih ingat saya pak Bondan makan di dapur sambil ngobrol-ngobrol dengan saya," tutur Sarti.

Ayam Bakar Mak Gogok dijual dengan harga Rp 120 ribu per porsi untuk lima orang, dan sudah termasuk lalapan dan sambalnya. Warung ini buka dari pukul 08.00 hingga 19.00 WIB. Tapi sebelum sore, biasanya ayam bakar sudah habis terjual.

"Ayam bakarnya juga bisa dibuat oleh-oleh, dan bisa bertahan satu hari," pungkasnya.(afn)

Penulis: faisal affan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help