TribunJateng/
Home »

Solo

Jelang Pilgub Jateng, Wali Kota Rudy Ingatkan ASN Pemkot Solo Tak Terlibat Kegiatan Politik

Sebaliknya, Rudy justru meminta kepada Panwaslu untuk tegas dalam menindak setiap bentuk praktik politik uang

Jelang Pilgub Jateng, Wali Kota Rudy Ingatkan ASN Pemkot Solo Tak Terlibat Kegiatan Politik
Tribun Jateng/akbar hari murti
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Jumat (6/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memberikan hak suaranya dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, yang rencananya dilaksanakan pada Juni mendatang.

Selain itu, Wali Kota Rudy meminta seluruh ASN untuk bisa menempatkan diri dan tak terlibat kegiatan politik, termasuk ikut dalam kampanye.

"ASN jelas punya hak politik, artinya berhak memilih calon. Jadi pilihlah pemimpin terbaik untuk menentukan Jateng di masa yang akan datang. Seluruh ASN bisa menempatkan dirinya masing-masing dan menggunakan hal pilihnya," terang Wali Kota Rudy, Selasa (9/1/2018).

Dirinya berharap, para ASN menjadi salah satu penentu masa depan Jawa Tengah.

Disinggung terkait surat edaran (SE) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait larangan berfoto bersama dengan peserta pemilu atau calon, menurutnya hal tersebut sudah terlalu berlebihan.

Selama ini Rudy menilai foto bersama sudah menjadi hal yang wajar. Menurut Rudy, belum tentu berfoto bersama menjadi satu bentuk dukungan terhadap salah satu calon tersebut.

Rudy pun tak sepakat dengan adanya aturan itu.

"Kalau cuma berfoto bersama itu wajar. Berfoto dengan kode-kode juga tidak apa-apa, terserah saja. Mengagumi itu boleh. Kalau sampai itu dilarang ya menurut saya sudah berlebihan," ungkap Rudy.

Sebaliknya, Rudy justru meminta kepada Panwaslu untuk tegas dalam menindak setiap bentuk praktik politik uang.

Pasalnya, kegiatan tersebut sudah merusak pola pikir masyarakat. Jadi petugas harus secara serius menindak pelanggaran tersebut.

"Yang harus ditegaskan itu adalah yang tertangkap politik uang, itu sudah merusak pola pikir. Tapi kalau sampai jaringan dengan calon dilarang ya itu yang berlebihan," jelas Wali Kota Rudy. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help