TribunJateng/

Perang Harga, Asperindo Jateng Akan Bentuk Tarif Acuan Tahun Ini

Hal itu menyusul banyaknya perusahaan jasa pengiriman yang masuk, dengan membanting harga yang dinilai tidak wajar.

Perang Harga, Asperindo Jateng Akan Bentuk Tarif Acuan Tahun Ini
raka f pujangga
Ketua Asperindo Jateng, Tony Winarno, di Semarang, Selasa (9/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah menargetkan dapat menetapkan tarif acuan jasa pengiriman pada 2018 ini.

Hal itu menyusul banyaknya perusahaan jasa pengiriman yang masuk, dengan membanting harga yang dinilai tidak wajar.

"Banyak sekali berlomba-lomba masuk ke industri ini, tetapi membuat persaingan yang tidak sehat karena harga yang ditawarkan tidak wajar," kata Ketua Asperindo Jateng, Tony Winarno, di Semarang, Selasa (9/1/2017).

Dia menjelaskan, ‎perusahaan yang baru masuk itu mengandalkan modal yang besar sehingga bisa menetapkan tarif jasa pengiriman yang murah.

Padahal, kata dia, pelayanan yang diberikan tidak maksimal sehingga dikhawatirkan merusak kepercayaan konsumen terhadap perusahaan jasa pengiriman.

"Contohnya ada yang menawarkan perusahaan jasa pengiriman dari Semarang ke Jakarta dengan tarif Rp 80 ribu per kilogram‎. Tapi ada yang cuma pasang separuhnya, konsumen tidak tahu kalau pengirimannya lebih lama karena menunggu muatannya penuh," kata dia.

Dia mengkhawatirkan, jika dibiarkan maka hal tersebut akan menghilangkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan jasa pengiriman.

"Makanya kami mengimbau untuk membuat harga acuan berdasarkan servisnya. Memang selama ini anggota kami tertib, dan yang 'nakal' itu di luar anggota kami," kata dia.

‎Dia menambahkan, promo sejumlah marketlace yang menawarkan ongkos kirim gratis dinilai akan mengganggu bisnis jasa pengiriman.

"Memberikan promo gratis pengiriman itu diharapkan mendorong penjualan, padahal pengaruhnya kecil. Kalau seperti ini terus maka industri ini akan kedodoran," ujar dia.

Menurutnya, setiap perusahaan jasa pengiriman juga perlu meningkatkan kesejahteraan dengan meningkatkan keuntungannya‎.

"Kalau tidak untung, lalu hanya mengurangi modal saja. Terus kesejahteraan pegawainya bagaimana," kata dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help