Home »

Solo

UNS Solo Lepas 1.889 Mahasiswanya KKN di 185 Desa di Indonesia

Sulistyo mengatakan semuanya mencakup 168 desa di Jawa, 17 desa di luar Jawa, dan 1 di Sabah, Malaysia.

UNS Solo Lepas 1.889 Mahasiswanya KKN di 185 Desa di Indonesia
tribunjateng/akbar hari mukti
Sejumlah mahasiswa UNS dilepas untuk melakukan kegiatan KKN, Selasa (9/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melepas 1.889 mahasiswanya mengikuti kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) tematik di beberapa daerah di Indonesia.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS Sulistyo Saputro pada pelepasan mahasiswa KKN UNS di Solo, Selasa (9/1/2018) memaparkan peserta KKN UNS periode Januari hingga Februari 2018 ini tersebar di 186 desa di Indonesia.

"Total peserta KKN pada periode Januari-Februari 2018 tersebut tersebar di 16 kabupaten di Jawa Tengah, 7 kabupaten di Jawa Timur, 1 kabupaten di DIY, 4 kabupaten di Jawa Barat, 15 kabupaten di luar Jawa, dan 1 lokasi di luar negeri yaitu Sabah, Malaysia," paparnya.

Sulistyo mengatakan semuanya mencakup 168 desa di Jawa, 17 desa di luar Jawa, dan 1 di Sabah, Malaysia.

"Sedangkan total lokasi yang digunakan adalah 186 desa, 51 kecamatan, 42 kabupaten/kota, dan 15 provinsi," ujar dia.

Wakil Rektor 1 UNS, Sutarno mengatakan KKN UNS tahun ini telah didesain secara tematik dan integratif.

Menurut dia, di samping merupakan mata kuliah wajib, KKN tersebut juga hasil desain UNS bahwa mahasiswa ikut mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"KKN tematik ini merupakan variasi pengabdian masyarakat untuk menjalin sinergitas antar kampus dan masyarakat. Kegiatan ini juga sebagai media pembelajaran mahasiswa untuk belajar bersama," ungkap dia.

Ia menilai, peran dosen pembimbing sangat penting dalam memberikan pembinaan agar tujuan tersebut dapat tercapai.

"Sedangkan tujuan bagi mahasiswa adalah mengaplikasikan 'soft skill' yang diperoleh dari kampus, karena di kampus mereka tidak hanya dapat ilmu pengetahuan tetapi juga 'softskill'.

Selanjutnya, realitas di masyarakat akan terbangun baik secara individu maupun sosial," jelasnya.
Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan kepekaan sosial mahasiswa terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help