TribunJateng/

Dari Ratusan Juta Penduduk, Hanya Satu Persen Masyarakat Indonesia yang Aktif Jadi Investor

Kepala BEI Semarang Fanny Rifqi menuturkan, masyarakat khususnya kota Semarang sangat antusias mempelajari saham.

Dari Ratusan Juta Penduduk, Hanya Satu Persen Masyarakat Indonesia yang Aktif Jadi Investor
ISTIMEWA
Fanny Rifqi saat memberikan pelatihan di kantor OJK 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebagai upaya meningkatkan minat masyarakat untuk belajar mengenai pengenalan saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang lakukan pelatihan mengenai pasar modal, bagi para pemula yang ingin menjadi investor.

Kepala BEI Semarang Fanny Rifqi menuturkan, masyarakat khususnya kota Semarang sangat antusias mempelajari saham.

Mereka nampak antusias mempelajari serta memahami bagaimana menjadi investor pemula.

"BEI terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan minat masyarakat, mempelajari tentang jual beli saham. Bagaimana cara menjadi investor yang hebat serta memilih saham yang potensial untuk dijual kembali," ujarnya, Rabu (10/11/2018).

Baca: Kunjungi Pasar, Bupati Kudus, Bulog dan Pedagang Besar Menyepakati Hal Ini

Untuk perkembangan saham di Kota Semarang terus alami peningkatan, khususnya kaum muda generasi milenial yang melek akan investasi dan ingin belajar bagaimana cara mengelola saham dengan baik.

Pertumbuhan investor di Semarang juga cukup menggembirakan, sebab terus mengalami peningkatan yang signifikan mencapai 15 sampai 20 persen dari 13.000 investor menjadi 15.000 investor yang aktif melakukan jual beli saham.

"Kecenderungan masyarakat Semarang memang masih banyak orang yang takut untuk memulai menjadi investor, namun sering perkembangan jaman masyarakat sudah semakin pandai mengelola keuangan untuk investasi dengan membeli saham," tuturnya.

Upaya edukasi kali ini adalah menambah investor aktif dari Indonesia. Di mana saat ini dari total penduduk Indonesia hanya sekitar 1 persen yang aktif menjadi investor.

Lebih lanjut Fanny berharap, agar masyarakat Kota Semarang lebih aktif lagi, dan memulai menjadi investor meskipun dengan modal yang tidak begitu besar.(*)

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help