Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unnes Bocorkan Cara Dua Program Studinya Dapat Akreditasi A

Agus mengutarakan, selain itu, setiap pengelola yang sedang menyiapkan pengajuan akreditasi tersebut.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unnes Bocorkan Cara Dua Program Studinya Dapat Akreditasi A
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes), Agus Nuryatin 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ditemui Tribunjateng.com, Rabu (10/1/2018) di ruang kerjanya, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) Prof Dr Agus Nuryatin membeberkan beberapa kunci keberhasilan mayoritas program studi di lingkungannya peroleh Akreditasi A.

Menurutnya, pada Januari 2018, telah dipastikan ada 11 program studi yang telah memperoleh predikat Akreditasi A itu. Sedangkan jumlah prodi di FBS Unnes Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang itu, ada 15 prodi. Artinya hanya tinggal 4 prodi yang belum.

"Capaian prestasi yang kami peroleh itu tak semata-mata karena dilaksanakan oleh satu atau dua pihak. Tetapi adanya sinergi serta dukungan langsung yang dilakukan berbagai pihak. Mulai dari tingkat universitas, fakultas, jurusan, hingga prodi itu sendiri," terangnya.

Baca: Dua Program Studi di Universitas Negeri Semarang Ini Tambah Jajaran Prodi Terakreditas A

Kepada Tribunjateng.com, Rabu (10/1/2018), Agus mencontohkan, di setiap persiapan pengajuan hingga kehadiran tim asesor yang bertugas melaksanakan visitasi, Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman selalu mengawal.

"Bahkan di berbagai pertemuan internal Unnes, kami selalu diwejangi oleh Rektor, Tim Asesor BAN PT adalah tamu Rektor. Sehingga, sebelum tim itu terjun melakukan survei ataupun penilaian akreditasi, diminta bisa dipertemukan terlebih dahulu dengan Rektor," katanya.

Hal itu, lanjutnya, dimaksudkan agar tim asesor tersebut bisa memperoleh berbagai informasi. Tidak sekadar pada prodi yang hendak dinilai, tetapi gambaran umum maupun informasi update yang ada di universitas.

"Sama halnya pada Desember 2017, ketika ada tim asesor yang laksanakan visitasi di sini. Kami selalu harus menginformasikan kepada Rektor terlebih dahulu dan beliau akan mengupayakan diri untuk mendatangi (menemui) tim tersebut bersama pimpinan universitas lainnya," paparnya.

Baca: Karyawan Curi Uang Miliaran Rupiah Milik Perusahaannya. Ternyata Begini Caranya Bobol Brankas

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved