TribunJateng/

Harga Beras Melebihi HET, Bulog Jateng Gelontorkan 30 Ribu Ton di 15 Pasar

Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah melakukan operasi pasar karena naiknya harga beras di pasaran.

Harga Beras Melebihi HET, Bulog Jateng Gelontorkan 30 Ribu Ton  di 15 Pasar
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Pemkot Solo dan Bulog Gelar Operasi Pasar di Pasar Gede Solo 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah melakukan operasi pasar karena naiknya harga beras di pasaran.

Harga beras medium di pasaran dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET), yaitu antara Rp 10.000 hingga Rp 10.500 per kilogram.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari mengatakan, sedikitnya 10 ribu ton beras sudah disalurkan pada awal Januari 2018.

Beras itu disalurkan ke 15 titik pasar tradisional pencatat angka inflasi di Jateng di antaranya berada di Kota Semarang, Surakarta, Kudus, Cilacap, dan Tegal.

"Rencananya pada bulan Januari 2018 ini, kami akan menyalurkan sebanyak 30 ribu ton. Karena melihat tingginya harga beras," kata dia, di Gudang Bulog Mangkang Kulon Semarang, Selasa (9/1).

Berdasarkan catatannya, beberapa pasar tradisional telah menjual beras kelas medium melebihi harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 9.450 per kilogram.

"Catatan kami harga beras ini mengalami kenaikan, melebihi HET. Ada yang jual Rp 10.000, bahkan ada yang lebih sampai Rp 10.500 per kilogram," katanya.

Pihaknya mengaku, akan terus menggelontorkan beras ke pasaran selama harga masih tinggi untuk meredam gejolak yang ada di masyarakat karena beras merupakan kebutuhan pokok.

"Bukan berarti kebutuhan yang lainnya tidak, tapi beras ini penting karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat," jelasnya.

Diprediksikan, harga akan kembali turun saat suplai meningkat pada panen raya bulan Maret 2018 mendatang.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help