Kalah dari PSIS Semarang, Pelatih Widodo C Putro Tak Ambil Pusing

Pelatih Bali United, Widodo C. Putro (WCP) tak mau ambil pusing melihat skor akhir seusai kalah tipis dari PSIS Semarang.

Kalah dari PSIS Semarang, Pelatih Widodo C Putro Tak Ambil Pusing
ISTIMEWA
striker Bali United, Ilija Spasojevic mendapat pengawalan ketat dari pemain belakang PSIS dalam laga uji coba Rabu Sore (10/1/2018)- twitter @BaliUtd 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelatih Bali United, Widodo C. Putro (WCP) tak mau ambil pusing melihat skor akhir seusai kalah tipis dari PSIS Semarang.

Bali United harus mengakui kekalahan 0-1, setelah kecolongan gol di menit ke 71, melalui gol striker PSIS, Hari Nur Yulianto melalui serangan balik, dalam laga uji coba bersifat tertutup di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu sore (10/1/2018).

Pemilik gol indah di Piala Asia 1996 ini, yakin kekalahan tipis atas PSIS tak akan membuat mental pemainnya drop jelang melawan Tampines Rovers di babak Play Off Liga Champions Asia, 16 Januari mendatang.

"Saya kira hasil ini tidak akan membuat psikologis mereka drop saat hari H. Dan justru mereka akan tampil luar biasa. Mereka juga pemain-pemain berpengalaman," kata WCP.

Dia menjelaskan, kekalahan atas PSIS memang mengecewakan. Namun dalam beberapa waktu kedepan masih ada waktu untuk membenahi kekurangan dalam skema bermain.

Disamping itu, bobolnya gawang Wawan Hendrawan di menit ke 71, diakui WCP tak lepas dari pergantian beberapa pemain inti di babak kedua sebelum terciptanya gol. Diantaranya, center back asal Brazil, Demerson Bruno di menit ke 69, dan duet gelandang Fadil Sausu (65), serta M Taufiq (51) yang memang diplot WCP sebagai double pivot di lini tengah Bali United.

Menurut dia, beberapa pemain yang masuk sebagai pengganti, masih kurang beradaptasi.

"Kalau hasil, dari sudut manapun kami kecewa. Tapi di sisi lain, pemain saya baru pertama kali beruji coba. Secara skema, kami sudah mengetahui. Babak kedua sebenarnya berjalan bagus. Tapi memang waktu banyak pergantian itu, mereka perlu adaptasi lagi," jelasnya.

Meski demikian, WCP tetap mengapresiasi anak asuhnya yang sudah mulai memahami skema yang ia maksud, apalagi pertandingan melawan PSIS merupakan sparing match perdana melawan klub sesama Liga 1.

"Yang jelas, kami akan mencoba terus memperbaiki kekurangan kami. Masih ada waktu untuk membenahi, terutama masalah adaptasi," katanya.

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help